Peserta Asing Olimpiade Internasional Fisika di Isfahan Kagumi Budaya dan Kemampuan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i166872-peserta_asing_olimpiade_internasional_fisika_di_isfahan_kagumi_budaya_dan_kemampuan_iran
Bersamaan dengan diselenggarakannya Olimpiade Internasional Fisika di kota Isfahan, kesempatan untuk mengenali budaya dan kemampuan Iran diberikan kepada perwakilan 46 negara yang hadir dalam acara ilmiah tersebut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 30, 2024 08:21 Asia/Jakarta
  • Peserta Asing Olimpiade Internasional Fisika di Isfahan Kagumi Budaya dan Kemampuan Iran

Bersamaan dengan diselenggarakannya Olimpiade Internasional Fisika di kota Isfahan, kesempatan untuk mengenali budaya dan kemampuan Iran diberikan kepada perwakilan 46 negara yang hadir dalam acara ilmiah tersebut.

Tehran, Parstoday- Olimpiade Fisika Internasional ke-54 (IPhO2024) berakhir pada hari Minggu dengan upacara penutupan di Universitas Teknologi Isfahan.

Kehadiran perwakilan dari Meksiko, Kolombia, Tiongkok, India, Pakistan, Nepal, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Bangladesh, serta kuatnya kehadiran negara-negara Teluk Persia dan negara-negara Eropa seperti Rusia, Bulgaria, Rumania dan Kroasia, dalam Olimpiade Fisika di Isfahan menunjukkan kepada dunia betapa besarnya kapasitas pusat ilmiah Iran.

Santi Maensiri, supervisor tim Thailand memberikan pandangnnya tentang perjalanan pertamanya ke kota Isfahan, dengan menggambarkan perilaku ramah masyarakat kota ini, dan memberikan apresiasi tinggi atas kekayaan budaya Iran.

Menyinggung penampilan program Zorkhane pada upacara pembukaan olimpiade ini, Maensiri mengatakan, "Penampilan program lokal Iran dalam upacara ini sangat indah dan penyelenggara acara ini melakukan tugasnya dengan sangat baik,".

Miroslav Abrashev, ketua tim Bulgaria juga menceritakan tentang pengalaman perjalanannya ke Iran pada tahun 2007, dan perjalanan saat ini dengan mengungkapkan, "Saya melakukan perjalanan ke Iran pada tahun 2007 untuk Olimpiade Fisika Dunia dan menikmati budaya Islam yang otentik,".

Miroslav Abrachev menekankan, "Upaya melestarikan keaslian budaya setelah 17 tahun menunjukkan kekayaan budaya Iran,".

Sementara itu, Do Danh Bich, ketua tim Vietnam juga menunjukkan bahwa dia telah mendengar legenda tentang Iran ketika dia masih kecil, dan berkata, "Saya terkejut dengan budaya masyarakat Isfahan."

"Meskipun ada sanksi dari beberapa negara barat, penyelenggaraan acara ini merupakan kesuksesan besar bagi Iran," paparnya.

Nawaf Mulhi A Alarjani, ketua tim Arab Saudi, juga menyampaikan pandangannya, "Dari sudut pandang saya, Isfahan bukan hanya jantung Iran tetapi juga dunia, dan saya terkejut dengan keindahan kota ini.,".

Nawaf Molhi Al-Arjani menyatakan Universitas Teknologi Isfahan memiliki banyak potensi dan mampu menyelenggarakan olimpiade ini dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.(PH)