Ghalibaf: Bangsa Iran Tidak akan Membiarkan Musuh Meraih Tujuannya
https://parstoday.ir/id/news/iran-i184010-ghalibaf_bangsa_iran_tidak_akan_membiarkan_musuh_meraih_tujuannya
Ketua Majelis Syura Islami Iran memandang partisipasi aktif rakyat Iran sebagai kegagalan plot permusuhan AS dan rezim Zionis terhadap Iran, dan mengatakan, "Hari ini, inti besar dari 90 juta rakyat Iran, tanpa memandang agama, selera politik, dan etnis, berdiri melawan musuh asing, dan ini adalah titik balik kebangkitan Iran."
(last modified 2026-01-13T04:59:46+00:00 )
Jan 13, 2026 11:53 Asia/Jakarta
  • Ghalibaf: Bangsa Iran Tidak akan Membiarkan Musuh Meraih Tujuannya

Ketua Majelis Syura Islami Iran memandang partisipasi aktif rakyat Iran sebagai kegagalan plot permusuhan AS dan rezim Zionis terhadap Iran, dan mengatakan, "Hari ini, inti besar dari 90 juta rakyat Iran, tanpa memandang agama, selera politik, dan etnis, berdiri melawan musuh asing, dan ini adalah titik balik kebangkitan Iran."

Tehran, Parstoday, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran hari Senin (12 Januari) dalam pertemuan besar rakyat Tehran di bundaran Enghelab, yang secara bersamaan diadakan di bagian lain Iran untuk menentang terorisme Zionis-Amerika dan mengutuk aksi teroris baru-baru ini yang dilakukan oleh para perusuh di Iran, mengatakan, "Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa dalam perang psikologis AS dan rezim Zionis, bangsa Iran yang agung tidak membiarkan musuh mencapai tujuannya dan mencegah setiap tindakan musuh dalam hal politik, ekonomi, dan budaya, dan bangsa ini berdiri teguh melawan musuh."

Ghalibaf menyatakan bahwa setelah tujuh bulan perang 12 hari, musuh tidak akan menyerah pada keinginan jahat dan kriminalnya, dan menambahkan, "Musuh kriminal berusaha mencegah Iran menjadi kuat dan mandiri. Hari ini, masalahnya benar-benar jelas dan nyata. Kita semua melihat bahwa presiden AS secara terbuka dan resmi mengancam Iran karena ia telah memutuskan untuk memulai perang saudara dengan dalih apa pun."

Ketua parlemen Iran mengatakan, "Beberapa orang yang secara resmi menganggap diri mereka tentara bayaran asing menyambut presiden AS ke tanah air mereka dan lebih memilih presiden AS daripada tanah air mereka. Mereka adalah anggota Daesh yang sama di masa lalu yang telah Anda lihat apa yang mereka lakukan terhadap negara lain. Mereka adalah anggota ISIS yang tidak memiliki kewarganegaraan, anti-agama, dan tentara bayaran bersenjata yang memulai perang teroris dengan negara kita."

Ketua Majelis Syura Islami Iran melanjutkan, "Tujuan mereka adalah untuk menciptakan teror dan mereka ingin menakut-nakuti rakyat dan mereka memulai proyek kekacauan masa perang yang sama dengan cara yang berbeda dan melakukan gerakan bersenjata dengan gaya Daesh, melakukan kejahatan kekerasan terhadap perempuan, anak-anak, dan polisi."

Merujuk pada kebrutalan pasukan teroris di Iran selama kerusuhan, Ghalibaf melanjutkan, "Anda menyaksikan bahwa mereka tidak mengampuni siapa pun. Mereka datang ke utara, selatan, dan berbagai kota untuk membalas dendam kepada rakyat Iran, memecah belah negara, dan bertindak sedemikian rupa sehingga menciptakan teror dan kepanikan."

Ghalibaf menambahkan, "Musuh-musuh kita kembali terperangkap dalam kesalahan perhitungan mereka hari ini, dan hari ini mereka melihat bahwa anak-anak Iran tidak pernah mundur dan membela Iran di Tehran dan di seluruh negeri, serta menjalankan misi perdamaian dengan segenap kekuatan mereka.(PH)