Salarieh: Iran akan Luncurkan Proyek Luar Angkasa Baru
https://parstoday.ir/id/news/world-i184906-salarieh_iran_akan_luncurkan_proyek_luar_angkasa_baru
Bersamaan dengan Hari Nasional Teknologi Antariksa Iran, proyek-proyek antariksa baru di negara ini akan diperkenalkan.
(last modified 2026-02-02T05:57:14+00:00 )
Feb 02, 2026 15:44 Asia/Jakarta
  • Salarieh: Iran akan Luncurkan Proyek Luar Angkasa Baru

Bersamaan dengan Hari Nasional Teknologi Antariksa Iran, proyek-proyek antariksa baru di negara ini akan diperkenalkan.

Hassan Salarieh, Kepala Badan Antariksa Iran, pada Minggu malam mengumumkan bahwa perencanaan untuk peluncuran satelit dan peresmian proyek-proyek antariksa baru di negara ini akan dilakukan hingga akhir tahun.

Ia mengatakan: peluncuran versi utama konstelasi satelit Martir Soleimani akan dilakukan untuk pertama kalinya pada Hari Teknologi Antariksa (14 Bahman), dan kami berupaya untuk melakukan peluncuran menggunakan roket domestik juga dari pangkalan Chabahar. Menurut Pars Today, Salarieh menambahkan bahwa meskipun menghadapi sanksi, Iran saat ini berada pada level tinggi dalam penguasaan ilmu antariksa di antara negara-negara regional.

Salarieh menegaskan bahwa dengan mengandalkan sumber daya manusia ahli dan pengetahuan lokal, Iran telah berhasil memiliki rantai lengkap desain, konstruksi, dan peluncuran satelit; sebuah siklus yang sebelumnya hanya dimiliki sekitar 10 negara di dunia.

 

Inggris ingin bergabung dengan Dana Pertahanan Uni Eropa

Berita lain, Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris, mengatakan bahwa London bersedia melanjutkan negosiasi untuk bergabung dengan Dana Pertahanan “Aksi Keamanan Eropa” (SAFE). Ia menambahkan: “Kita harus melakukan lebih banyak langkah. Selain Donald Trump, Presiden AS lainnya juga berpendapat bahwa Eropa harus bertindak lebih jauh.” Perlu dicatat, tujuan Dana SAFE adalah meminjam dari pasar keuangan untuk mendukung proyek-proyek militer dan pertahanan di Uni Eropa.

 

 

Lavrov: Eropa selalu mencoba memecah Rusia dan AS

Sementara itu, Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa Eropa sejak dulu selalu berusaha menciptakan jurang pemisah antara Rusia dan Amerika Serikat, karena dalam kebijakan AS di masa pemerintahan Donald Trump, ada semacam pergeseran yang menurut Eropa menguntungkan kepentingan Rusia. Lavrov menambahkan bahwa berdasarkan hal tersebut, Moskow selalu mengawasi provokasi Brussels terkait isu ini.

 

Belgia: Trump ingin menjadikan Eropa sebagai budak

Pada saat yang sama, Bart De Wever, Perdana Menteri Belgia, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump ingin menjadikan Eropa sebagai budaknya. Ia menambahkan: “Ketika Trump mengatakan ia mencintai Eropa, yang dimaksud sebenarnya adalah 27 negara terpisah yang hidup di bawah kendalinya atau menjadi budak.”Perdana Menteri Belgia menyatakan: “Satu-satunya ekonomi yang cukup besar untuk menghadapi dia adalah ekonomi Uni Eropa, dan itu tidak dia sukai. Sebelumnya, kita mengandalkan ‘tongkat’ Amerika, tapi terbukti bahwa siapa pun yang menguasainya juga bisa menggunakannya melawan kita.”

Pasdaran: Beberapa negara Eropa menjadi pusat utama pelatihan terorisme

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa tindakan Eropa memasukkan nama korps ini dalam daftar yang disebut sebagai organisasi teroris, pada praktiknya, menunjukkan keselarasan terang-terangan dengan kebijakan intervensi Amerika Serikat dan mengabaikan peran merusak beberapa aktor regional yang memicu krisis. IRGC menekankan bahwa beberapa negara Eropa telah menjadi pusat utama perkembangan terorisme.(PH)