Konflik Perbatasan Pakistan-Afghanistan, Iran Serukan Dialog dan Siap Menjadi Mediator
https://parstoday.ir/id/news/iran-i186162-konflik_perbatasan_pakistan_afghanistan_iran_serukan_dialog_dan_siap_menjadi_mediator
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menanggapi eskalasi konflik perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan dengan menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan berdialog, serta mengumumkan kesiapan Tehran untuk memfasilitasi negosiasi antara Islamabad dan Kabul serta membantu menyelesaikan perselisihan antara dua negara tetangga tersebut.
(last modified 2026-02-28T03:48:28+00:00 )
Feb 28, 2026 10:34 Asia/Jakarta
  • Konflik Perbatasan Pakistan-Afghanistan, Iran Serukan Dialog dan Siap Menjadi Mediator

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menanggapi eskalasi konflik perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan dengan menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan berdialog, serta mengumumkan kesiapan Tehran untuk memfasilitasi negosiasi antara Islamabad dan Kabul serta membantu menyelesaikan perselisihan antara dua negara tetangga tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada hari Jumat dalam sebuah pesan di media sosial X bereaksi terhadap meningkatnya konflik perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan dan menyerukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.

Araghchi, merujuk pada bulan suci Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperkuat solidaritas di dunia Islam, menegaskan, "Di bulan suci Ramadhan, bulan menahan diri dan memperkuat solidaritas di dunia Islam, sudah sepatutnya Afghanistan dan Pakistan mengelola dan menyelesaikan perselisihan yang ada dalam kerangka hubungan bertetangga yang baik dan melalui jalur dialog."

Menteri Luar Negeri Iran selanjutnya, dengan mengumumkan posisi diplomatik aktif Tehran, menegaskan, "Republik Islam Iran siap memberikan segala bantuan dalam memfasilitasi dialog dan memperkuat pemahaman serta kerja sama antara kedua negara." 

Sejak Kamis malam, pertempuran sengit telah berlangsung di perbatasan bersama Pakistan dan Afghanistan. Ketegangan meningkat tajam setelah operasi udara Pakistan terhadap wilayah-wilayah di Afghanistan yang menurut Islamabad merupakan kamp-kamp kelompok teroris Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Pemerintah di Kabul, seraya mengutuk serangan ini, menyatakan bahwa puluhan warga sipil tewas dalam operasi tersebut. 

Juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, juga mengumumkan dimulainya "operasi ofensif besar-besaran" terhadap pusat-pusat dan instalasi militer Pakistan di sepanjang garis Durand (perbatasan bersama). Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap pemboman udara Pakistan dalam beberapa hari terakhir di provinsi Paktika, Kabul, Kandahar, dan Paktia. 

Sumber-sumber berita melaporkan pertempuran sengit di beberapa titik perbatasan termasuk Chitral, Khyber, Mohmand, Kurram, dan Bajaur. Menteri Penerangan Pakistan, Ataullah Tarar, mengklaim setidaknya 133 anggota pasukan Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka dalam operasi balasan yang disebut "Ghazab-ul-Haqq" . Menurutnya, 27 pos militer Taliban hancur dan 9 pos lainnya direbut oleh pasukan Pakistan .

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengumumkan bahwa 55 personel militer Pakistan tewas dalam pertempuran ini dan puluhan unit peralatan militer berhasil direbut. Kementerian ini menegaskan bahwa pasukan Afghanistan menderita 8 tewas dan 11 luka-luka, dan operasi balasan mereka berakhir setelah empat jam pada tengah malam. 

Bersamaan dengan meningkatnya krisis, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, menulis di media sosial X bahwa kesabaran Islamabad telah habis dan negaranya telah memasuki "perang terbuka" dengan Taliban Afghanistan. Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan berkompromi atas perdamaian dan integritas teritorialnya serta memiliki kemampuan untuk merespons tegas setiap agresi. 

Sementara itu, Rusia menyerukan kedua belah pihak untuk segera menghentikan serangan balasan dan menyelesaikan perbedaan mereka melalui jalur diplomatik. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan siap memberikan jasa mediasi jika diminta oleh kedua belah pihak.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyatakan keprihatinan mendalamnya atas ketegangan tersebut dan menekankan perlunya mematuhi hukum internasional dan melindungi warga sipil. 

Perlu dicatat bahwa pihak berwenang Pakistan menuduh pemerintah Taliban Afghanistan mendukung kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), tuduhan yang selalu ditolak oleh Kabul. Sementara itu, sumber-sumber melaporkan berlanjutnya serangan artileri dan udara Pakistan terhadap posisi Taliban di provinsi Kunar, Khost, dan Paktia.

Laporan Kontradiktif tentang Terbunuhnya Hibatullah Akhundzada, Pemimpin Taliban Afghanistan

Sementara itu, laporan yang belum terkonfirmasi dan tidak resmi menyebutkan bahwa Mullah Hibatullah Akhundzada, pemimpin Taliban Afghanistan, tewas dalam serangan udara Pakistan.

Beberapa akun di platform media sosial X mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Taliban tersebut tewas dalam serangan yang menargetkan markas di Kabul. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Afghanistan atau sumber independen mengenai klaim tersebut. Para analis memperingatkan bahwa klaim semacam ini harus disikapi dengan hati-hati hingga verifikasi independen tersedia.(PH)