Washington Post: Iran Mampu Menargetkan Pangkalan Militer AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i184886-washington_post_iran_mampu_menargetkan_pangkalan_militer_as
Pars Today - Mengutip penilaian keamanan oleh sekutu Washington, surat kabar Washington Post menekankan bahwa Iran masih memiliki kemampuan rudal yang efektif dan mampu menargetkan kepentingan militer AS, termasuk lebih dari 10 pangkalan dan puluhan ribu pasukan AS di wilayah ini.
(last modified 2026-02-01T17:48:45+00:00 )
Feb 02, 2026 00:47 Asia/Jakarta
  • Kemampuan rudal Iran
    Kemampuan rudal Iran

Pars Today - Mengutip penilaian keamanan oleh sekutu Washington, surat kabar Washington Post menekankan bahwa Iran masih memiliki kemampuan rudal yang efektif dan mampu menargetkan kepentingan militer AS, termasuk lebih dari 10 pangkalan dan puluhan ribu pasukan AS di wilayah ini.

Menurut Washington Post, berdasarkan penilaian yang disiapkan oleh sekutu AS di Teluk Persia, Iran memiliki kemampuan untuk mempertahankan amunisi jarak pendek, landasan peluncuran, dan kemampuan produksi rudal, dan kemampuan ini dapat menimbulkan ancaman serius bagi target AS di wilayah ini.

Menurut laporan ini, kemampuan Iran untuk melakukan serangan balasan yang efektif telah memainkan peran penting dalam perhitungan pemerintahan Presiden AS Donald Trump ketika meningkatkan pengerahan pasukan AS di sekitar Iran. Trump, yang sebelumnya berbicara tentang kemungkinan aksi militer, kemudian mengubah posisinya dan menyerukan Tehran untuk kembali ke pembicaraan nuklir. Isu ini bertentangan dengan penarikan AS dari JCPOA pada tahun 2015.

Seorang diplomat Iran mengatakan kepada surat kabar bahwa Tehran siap untuk terlibat secara hormat, tetapi tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan atau ancaman militer. Amerika Serikat sebelumnya berpartisipasi dalam serangan 12 hari bersama rezim Zionis, setelah itu Iran membalas dengan serangan rudal ke pangkalan udara Al-Udeid di Qatar.

Menurut analisis Washington Post, Iran telah menunjukkan kepada sekutu Amerika di kawasan itu bahwa mereka memiliki kemampuan untuk melakukan serangan mematikan di Teluk Persia, dan jika terjadi konflik baru, serangan ini tidak akan dibatasi dan dikendalikan.

Pada saat yang sama, beberapa negara Teluk Arab, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah atau ruang udara mereka untuk operasi militer terhadap Iran.(sl)