Ketika Grammy 2026 Menjadi Ruang Sidang untuk Kebijakan Migrasi Trump
-
Bad Bunny
Pars Today - Pada Grammy Awards 2026, acara ini menjadi panggung utama protes terhadap kebijakan migrasi pemerintahan Trump dan tindakan ICE (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS).
Penerapan kebijakan migrasi ketat Trump telah menyebabkan protes luas terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Protes ini semakin intensif sebagai tanggapan terhadap operasi deportasi besar-besaran di Minneapolis serta laporan kematian yang terkait dengan tindakan agen federal.
Dua kematian penting di Minneapolis telah memicu gelombang kemarahan publik di Amerika Serikat, menurut laporan yang kredibel. Pertama, Renée Nicole Goode, seorang ibu tiga anak dan warga negara AS, dibunuh oleh agen ICE di mobil pribadinya pada 7 Januari 2026. Pejabat pemerintah membenarkannya sebagai pembelaan diri, tetapi video saksi mata telah membuktikan sebaliknya.
Kasus kedua, Alex Pretti, seorang perawat perawatan intensif dan warga negara AS, ditembak 10 kali oleh petugas ICE selama protes damai di Minneapolis pada 24 Januari 2026. Rekaman video menunjukkan bahwa ia tidak berdaya dan tidak bersenjata. Orang tua Pretti mengutuk penembakan itu dan menuduh pemerintahan Trump berbohong. Kematian itu menyebabkan protes nasional, termasuk demonstrasi besar di Minneapolis, Chicago, dan Washington, D.C.
Pada Grammy Awards 2026 di Los Angeles, acara itu menjadi panggung protes terhadap kebijakan migrasi pemerintahan Trump dan tindakan ICE. Artis-artis terkenal tampil dengan pin "ICE Out" di pakaian mereka dan secara langsung membahas penindakan migrasi dalam pidato dan di karpet merah.
Acara ini merupakan salah satu yang paling politis dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan penentangan luas dari komunitas seni terhadap insiden mematikan baru-baru ini di Minneapolis dan operasi besar-besaran ICE. Bad Bunny memberikan pidato yang berapi-api saat menerima penghargaan untuk album musik urban terbaik untuk “DeBÍ TiRAR MáS FOToS”.
“Sebelum saya berterima kasih kepada Tuhan, saya ingin mengatakan ICE keluar,” lanjutnya. “Kita bukan orang biadab, kita bukan binatang, kita bukan alien. Kita adalah manusia dan kita adalah orang Amerika.” Kemudian ia menekankan, “Satu-satunya hal yang lebih kuat daripada kebencian adalah cinta. Jika kita berjuang, kita harus berjuang dengan cinta.”
Pernyataan itu disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Artis lain juga mengambil sikap. Billie Eilish (pemenang Lagu Terbaik Tahun Ini) mengatakan kita harus terus berjuang dan berdemonstrasi karena suara kita penting dan orang-orang penting. Olivia Dean (pemenang Artis Pendatang Baru Terbaik) berbicara sebagai cucu seorang imigran, “Saya adalah produk dari keberanian… Kita bukan apa-apa tanpa satu sama lain.”
Bintang-bintang seperti Justin Bieber, Hailey Bieber, Kelani, Joni Mitchell, Kehlani, dan lainnya mengenakan pin "ICE Out," dan beberapa secara langsung mengutuk ICE. Aksi-aksi itu merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas yang dimulai di Golden Globes dan mencapai puncaknya di Grammy Awards.
Festival Film Sundance 2026 juga menjadi tempat protes serupa. Aksi unjuk rasa "Sundancers Melt ICE," dengan slogan-slogan seperti "Love Melts ICE", diadakan untuk menghormati kenangan Renee Nicole Goode dan Alex Prety.
Selebriti termasuk Elijah Wood, Natalie Portman, dan Olivia Wilde hadir. Portman menyebut pemerintahan Trump dan tindakan ICE sebagai "keburukan terburuk dari umat manusia".(sl)