Dokumen Epstein Terbaru: Jaringan Kekuasaan, Kekayaan, dan Skandal Tersembunyi
https://parstoday.ir/id/news/world-i184924-dokumen_epstein_terbaru_jaringan_kekuasaan_kekayaan_dan_skandal_tersembunyi
Pengungkapan baru dokumen rahasia terkait Jeffrey Epstein, pengusaha Amerika yang meninggal dunia dan pelaku kejahatan seksual, sekali lagi menempatkan nama puluhan tokoh terkenal di bidang politik, ekonomi, dan budaya dunia ke pusat perhatian, serta menimbulkan pertanyaan serius tentang kedalaman dan keberlanjutan hubungan elit global dengannya.
(last modified 2026-02-02T08:28:05+00:00 )
Feb 02, 2026 15:18 Asia/Jakarta
  • Dokumen Epstein Terbaru: Jaringan Kekuasaan, Kekayaan, dan Skandal Tersembunyi

Pengungkapan baru dokumen rahasia terkait Jeffrey Epstein, pengusaha Amerika yang meninggal dunia dan pelaku kejahatan seksual, sekali lagi menempatkan nama puluhan tokoh terkenal di bidang politik, ekonomi, dan budaya dunia ke pusat perhatian, serta menimbulkan pertanyaan serius tentang kedalaman dan keberlanjutan hubungan elit global dengannya.

Laporan Pars Today ini disusun berdasarkan dokumen baru yang diterbitkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan liputan berita Associated Press.

Dokumen baru ini adalah bagian dari lebih dari 3 juta halaman data, video, dan foto yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein, pengusaha Amerika dan pelaku kejahatan seksual, dan menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun terdapat hubungan luas antara dia dengan banyak tokoh global terkemuka, termasuk politisi, direktur perusahaan teknologi besar, investor, dan anggota keluarga kerajaan. Jaringan ini, menurut dokumen tersebut, tidak hancur meski Epstein dihukum secara hukum pada 2008, dan dalam beberapa kasus berlanjut bertahun-tahun.

Politisi papan atas dari Amerika, Inggris, Slovakia

Donald Trump – Presiden AS: Lama diketahui bahwa Epstein bersahabat dengan Trump untuk waktu yang lama. Dokumen baru ini menyertakan ribuan referensi tentang Trump. Meskipun sebagian besar dokumen tidak memberikan banyak informasi tentang hubungan mereka, dokumen ini termasuk email di mana Epstein dan orang lain berbagi artikel berita tentang Trump, memberikan komentar tentang kebijakannya, atau menyebarkan rumor tentang dia dan keluarganya.

Bill Clinton, mantan Presiden AS: Clinton juga, seperti Trump, menghabiskan waktu dengan Epstein lebih dari dua dekade lalu, termasuk sesekali terbang dengan jet pribadinya dan bertemu di Gedung Putih. Clinton juga menyangkal mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan Epstein.

Pangeran Andrew, mantan anggota keluarga kerajaan Inggris: Nama Andrew Mountbatten-Windsor, pangeran Inggris sebelumnya, muncul ratusan kali dalam dokumen ini. Surat-menyurat mencakup undangan makan malam di Istana Buckingham, tawaran Epstein untuk memperkenalkan wanita kepadanya, dan foto-foto yang tampaknya menunjukkan dia dalam situasi yang tidak pantas.

Larry Summers, mantan Menteri Keuangan di era Clinton dan mantan Presiden Universitas Harvard, adalah salah satu teman lama dan tokoh terkenal yang dikenal Epstein. Dokumen baru dipenuhi dengan referensi pertemuan dan makan malam antara keduanya. Dokumen yang pernah dipublikasikan sebelumnya menunjukkan bahwa Summers pada 2019, setelah Epstein dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak, mengirim email kepada Epstein untuk membahas interaksinya dengan seorang wanita.

Howard Lutnick, Menteri Perdagangan di pemerintahan Trump, minimal satu kali mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia bersama keluarga. Email menunjukkan bahwa Lutnick dan istrinya menerima undangan pada Desember 2012 untuk tinggal di Hotel Little Saint James di Kepulauan Virgin AS.

Steve Bannon, mantan penasihat Trump, mengirim ratusan pesan teks bersahabat dengan Epstein, beberapa di antaranya dikirim beberapa bulan sebelum penangkapan dan bunuh diri Epstein di penjara pada 2019.

Miroslav Lajcak, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia, mengundurkan diri pada Sabtu setelah hubungan masa lalunya dengan Epstein terungkap dalam dokumen. Sebuah foto dari dirinya dirilis yang terkait dengan periode setelah Epstein dituduh melakukan perdagangan seksual.

Ehud Barak, mantan Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Israel: Ia dan istrinya tercantum dalam dokumen yang diterbitkan pada hari Jumat, menunjukkan bahwa mereka tetap berhubungan dengan Epstein selama bertahun-tahun, termasuk setelah pengakuan Epstein atas kejahatan seksual di Florida pada 2008.

Di antara surat-menyurat terdapat rencana menginap di kediaman Epstein di New York pada 2017. Surat lainnya membahas persiapan rutin untuk pertemuan, rapat, dan panggilan telepon dengan Epstein. Barak mengakui bahwa ia sering menemui Epstein saat Epstein berada di New York dan dalam penerbangan dengan jet pribadinya, namun menegaskan tidak pernah menyaksikan perilaku atau pesta yang tidak pantas.

Tokoh-tokoh terkemuka di bidang teknologi dan bisnis

Elon Musk – CEO Tesla dan X: Nama pendiri miliarder Tesla juga muncul berulang kali dalam dokumen yang dipublikasikan pada hari Jumat, terutama dalam email tahun 2012 dan 2013 yang membahas kunjungan ke properti kontroversial Epstein di pulau Karibia.

Sergey Brin – salah satu pendiri Google: Ia juga diundang untuk menghadiri pertemuan dan makan malam bersahabat di rumah Epstein di New York.

Richard Branson – Pendiri Virgin Group: Dalam email, ia diundang oleh Epstein untuk mengunjungi pulau pribadinya, dan bercanda, “asalkan membawa haremmu!”.

Tokoh-tokoh lainnya

Kacy Wasserman, ketua panitia Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles: Ia bertukar email romantis dengan Ghislaine Maxwell, salah satu kepercayaan Epstein. Maxwell saat ini dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas perdagangan seksual.

Bret Ratner, sutradara dokumenter tentang Melania Trump: muncul di beberapa foto dalam berkas pemerintah. Salah satu foto yang pertama kali diterbitkan pada bulan Desember menunjukkannya dengan tangan melingkari tubuh tanpa baju Jean-Luc Brunel, seorang manajer modeling Prancis yang pada 2022 dipenjara sambil menunggu persidangan.

Stephen Tisch, anak pendiri perusahaan Lowe’s: Surat-menyurat antara dia dan Epstein menunjukkan bahwa Epstein selama bertahun-tahun menawarkan agar Tisch diperkenalkan dengan banyak wanita. Dalam sebuah email tahun 2013 dengan subjek “Gadis Ukraina”, Epstein mendorong Tisch untuk menghubungi wanita tertentu, yang menurut Epstein memiliki kecantikan fisik yang digambarkan dengan kata-kata cabul.(PH)