Amerika di bawah Trump; Kembali ke Logika Kekuatan dalam Politik Global
-
Presiden AS, Donald Trump
Pars Today – Kebijakan pemerintah Donald Trump pada masa jabatan kedua presidenannya, yang berfokus pada perburuan senjata, dukungan tanpa syarat untuk rezim Zionis, dan peningkatan tekanan domestik, telah menggambarkan citra Amerika yang mengkhawatirkan; citra yang jelas-jelas bertentangan dengan multilateralisme dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Pada tahun lalu dan tahun ini (2025 dan 2026), kebijakan luar negeri Amerika lebih dari sebelumnya bergantung pada alat militer dan logika kekuatan. Washington, sambil mempertahankan posisinya sebagai eksportir senjata terbesar, memperluas pengaruh militer dari Asia Barat hingga Asia Timur. Kontrak-kontrak militer besar dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, di tengah krisis Yaman dan Laut Merah, memperburuk ketidakstabilan regional dan merusak keseimbangan keamanan.
Proses ini juga terjadi di Asia Timur, di mana penjualan pesawat tempur dan sistem pertahanan ke Taiwan memperburuk ketegangan antara Washington dan Beijing ke tahap yang lebih sensitif. Di Palestina yang diduduki, Amerika Serikat dengan cepat mengirimkan amunisi dan senjata canggih ke rezim Zionis, secara praktis mendukung kelanjutan serangan besar-besaran ke Gaza; serangan yang, menurut laporan lembaga-lembaga hak asasi manusia, sebagian besar menewaskan warga sipil.
Secara bersamaan, kepatuhan penuh Gedung Putih terhadap kebijakan Tel Aviv telah menjadi salah satu ciri utama periode ini. Peningkatan bantuan militer, veto resolusi kritis di Dewan Keamanan, dan dukungan untuk pembangunan pemukiman di Tepi Barat menunjukkan bahwa Washington tidak hanya meninggalkan peran sebagai penengah, tetapi juga menjadi pendukung tanpa syarat dari penjajahan. Keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB juga dapat dinilai dalam kerangka ini.
Di dalam negeri, kebijakan migrasi yang keras dan pemulangan migran secara massal menggambarkan wajah Amerika yang lebih bersifat keamanan dan tertutup. Semua perkembangan ini memberikan gambaran tentang Amerika saat ini yang tidak dapat diprediksi bagi sekutunya dan menjadi sumber baru ketidakamanan dan ketidakstabilan bagi sistem internasional. (MF)