Deklarasi Ushuaia, Upaya Argentina Memperkuat Klaimnya atas Kepulauan Malvinas
-
Anggota parlemen Argentina
Menurut laporan Pars Today, para legislator Argentina dari semua faksi politik pada tanggal 25 Februari 2012, dengan menandatangani "Deklarasi Ushuaia", menegaskan dukungan mereka terhadap klaim kedaulatan atas Kepulauan Malvinas dan menyerukan dialog dengan Inggris untuk menyelesaikan sengketa ini.
Empat puluh lima anggota Kongres, senator, dan anggota DPR menandatangani dokumen ini dalam sidang khusus komite urusan luar negeri dari kedua majelis di kota Ushuaia, ibu kota Provinsi Tierra del Fuego. Berdasarkan konstitusi Argentina yang diamandemen pada tahun 1994, provinsi ini juga mencakup yurisdiksi atas Kepulauan Malvinas.
Deklarasi tersebut menegaskan "kedaulatan sah dan tidak dapat dicabut milik Argentina atas Kepulauan Malvinas, Georgia Selatan, dan Sandwich Selatan serta ruang laut di sekitarnya."
Pernyataan sepuluh pasal ini menolak "sikap kolonial dan militeristik Inggris yang terus-menerus di Atlantik Selatan" dan menegaskan kembali komitmen Argentina terhadap dialog dan perdamaian di kawasan, seperti yang dinyatakan dalam berbagai mandat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pernyataan ini dikeluarkan setelah sidang simbolis selama dua jam yang dihadiri oleh semua partai politik yang memiliki perwakilan di Kongres.
Sidang tersebut dipimpin oleh Guillermo Carmona, anggota DPR, dan Daniel Filmus, senator. Upacara ini juga dihadiri oleh Fabiana Ríos, Gubernur Provinsi Tierra del Fuego saat itu, yang mencetuskan ide untuk mengadakan sidang ini dan menjadi tuan rumah acara di Ushuaia.
Para legislator Argentina menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Chili, Uruguay, dan Brasil atas sikap mereka yang berkomitmen untuk melarang masuknya kapal-kapal berbendera Falklands ke pelabuhan mereka, sehingga sekali lagi mendukung posisi Argentina mengenai kedaulatan atas kepulauan tersebut.
Mereka juga berterima kasih atas dukungan yang disuarakan oleh Mercosur, Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), Uni Negara-Negara Amerika Selatan (UNASUR), Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), dan Aliansi Bolivaria untuk Amerika (ALBA). Demikian pula, mereka mengapresiasi dukungan dari KTT Ibero-Amerika, KTT Amerika Selatan-Afrika Selatan (ASA), KTT Negara-Negara Amerika Selatan dan Arab (ASPA), serta Kelompok 77 plus Tiongkok (G77+Tiongkok) terhadap posisi Argentina mengenai Kepulauan Malvinas.
Dalam pernyataan tersebut, Uni Eropa (UE) juga diminta untuk meninjau kembali perjanjian-perjanjiannya dan mengakui "status khusus" Wilayah Seberang Laut (terkhusus Kepulauan Malvinas), yang mana hal ini "bukan hanya berasal dari posisi Argentina, tetapi juga berasal dari resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa" mengenai masalah ini.
Para legislator Argentina mengumumkan bahwa Deklarasi Ushuaia akan dikirimkan ke semua parlemen, khususnya di Amerika Selatan, dan ke semua forum serta organisasi internasional. Tujuannya adalah agar "tindakan sepihak dan tidak sah Inggris" ditolak, dan agar dimulainya kembali negosiasi antara kedua negara didukung demi mencapai solusi yang "damai dan final" untuk sengketa kedaulatan atas kepulauan di Atlantik Selatan. (MF)