Mengapa Pasukan Asing di Teluk Persia Penyebab Eskalasi Ketegangan?
-
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan, "Kehadiran pasukan dari luar kawasan di wilayah ini selalu menyebabkan meningkatnya ketegangan.
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran menulis dalam sebuah pesan tentang kehadiran pasukan asing di wilayah Teluk Persia, bahwa kehadiran pasukan dari luar kawasan di wilayah ini tidak mengurangi ketegangan, bahkan mengintensifkannya.
Araghchi menulis di X mengenai kehadiran pasukan asing di wilayah Teluk Persia, "Amerika Serikat ditandai dengan warna kuning di Belahan Bumi Barat. Beberapa samudra di sana, di sisi lain dunia, perbatasan Iran juga ditandai dengan warna kuning. Lingkaran merah kecil menunjukkan Selat Hormuz."
Menteri Luar Negeri Iran menyatakan, "Kebebasan navigasi dan jalur aman bagi kapal dagang di Selat Hormuz sama pentingnya bagi Iran seperti halnya bagi negara-negara tetangga kita. Kehadiran kekuatan eksternal di kawasan ini selalu menghasilkan dampak yang bertentangan dengan klaim mereka."
Amerika Serikat dan pemerintah Barat yang mendukung Gedung Putih telah hadir di Teluk Persia selama bertahun-tahun dengan tujuan mengendalikan jalur energi, mengamankan kepentingan politik dan militer mereka, dan memberikan tekanan pada negara-negara merdeka di kawasan ini, tetapi kehadiran militer ini justru menimbulkan konsekuensi negatif dan krisis, alih-alih menciptakan "keamanan".
Intervensi AS di Irak, Suriah, dan Yaman adalah contoh nyata dari "krisis yang direkayasa" untuk mempertahankan pengaruh Amerika dan Barat, sementara keputusan dan intervensi dari luar ini telah menyebabkan pengabaian kebutuhan dan budaya masyarakat di kawasan ini dan telah memperintensifkan bentrokan politik dan militer.
Teluk Persia adalah salah satu kawasan paling sensitif di dunia dalam hal hubungan geopolitik. Keberadaan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama untuk mengangkut minyak telah menyebabkan setiap potensi ketidakamanan berdampak pada ekonomi global, terutama negara-negara Barat.
Negara-negara Teluk Persia memiliki cadangan minyak dan gas terbesar di dunia. Kerja sama ekonomi antara Iran dan negara-negara tetangganya akan meningkatkan ekspor dan investasi bersama di sektor energi dan petrokimia, memperluas jalur perdagangan dan transportasi regional, serta menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan industri.
Pendekatan diplomatik Republik Islam Iran dalam beberapa tahun terakhir didasarkan pada logika bahwa keamanan sejati tidak dibentuk dari luar, tetapi dari dalam kawasan. Iran telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menganggap Selat Hormuz dan keamanannya sangat penting tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi semua negara tetangganya. Kebijakan Iran didasarkan pada dialog dan kerja sama kolektif yang menekankan pembangunan kepercayaan dan kerja sama ekonomi-keamanan di antara negara-negara Teluk Persia.
Salah satu tujuan utama kebijakan luar negeri Iran adalah mengurangi pengaruh kekuatan asing dalam pengambilan keputusan regional, yang dibentuk oleh pembentukan jaringan kerja sama ekonomi dan keamanan di antara negara-negara Teluk Persia, dan kawasan ini tidak lagi tunduk pada campur tangan asing.
Menghilangkan campur tangan asing mengurangi alasan untuk militerisme dan membuka jalan bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan ini. Pengalaman menunjukkan bahwa ketika negara-negara regional bertindak melalui dialog kolektif, inisiatif keamanan bersama, dan hubungan ekonomi timbal balik, ketidakstabilan telah berkurang.
Oleh karena itu, konvergensi antara Iran, Arab Saudi, UEA, Oman, Qatar, dan Kuwait dapat menggantikan persaingan yang didasarkan pada kekuatan asing. Kerja sama ini memperkuat kemerdekaan dan kedaulatan regional serta mengurangi kebutuhan akan kehadiran negara-negara di luar kawasan.
Iran menganggap kehadiran kekuatan transregional, terutama Amerika Serikat, sebagai faktor yang meningkatkan ketegangan karena kekuatan-kekuatan ini telah meningkatkan persaingan, ketidakpercayaan, dan perang proksi alih-alih perdamaian. Sebaliknya, solusi Iran didasarkan pada kerja sama regional, mengurangi campur tangan asing, dan membangun kepercayaan di antara negara-negara tetangga, sebuah pendekatan yang dapat mengubah Teluk Persia menjadi wilayah yang aman dan stabil bagi semua negara di kawasan.(sl)