Keamanan Siber BRICS: Agenda Krusial di KTT India 2026
https://parstoday.ir/id/news/world-i186066-keamanan_siber_brics_agenda_krusial_di_ktt_india_2026
Pars Today - Di era digital yang kian terintegrasi, keamanan siber telah bertransformasi dari sekadar isu teknis menjadi prioritas geopolitik. Bagi negara-negara BRICS, yang ekonominya tumbuh pesat dan adopsi digitalnya massif, tantangan ini makin mendesak.
(last modified 2026-02-25T04:08:44+00:00 )
Feb 25, 2026 11:07 Asia/Jakarta
  • Keamanan siber
    Keamanan siber

Pars Today - Di era digital yang kian terintegrasi, keamanan siber telah bertransformasi dari sekadar isu teknis menjadi prioritas geopolitik. Bagi negara-negara BRICS, yang ekonominya tumbuh pesat dan adopsi digitalnya massif, tantangan ini makin mendesak.

Serangan siber tidak lagi hanya menyasar akun media sosial, tetapi telah mengincar infrastruktur vital seperti jaringan listrik, sistem perbankan, dan fasilitas kesehatan. Menjelang KTT BRICS 2026 di India, isu keamanan siber dipastikan akan menjadi salah satu agenda utama.

Lonjakan Serangan di Tengah Transformasi Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, metode serangan siber berkembang dengan sangat cepat. Pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melancarkan serangan yang lebih terarah dan sulit dideteksi. Penggunaan jaringan saraf tiruan memungkinkan mereka menganalisis celah keamanan sistem dalam skala besar, melancarkan serangan phishing yang sangat personal, serta menciptakan varian malware baru secara otomatis.

Dampaknya tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi melumpuhkan layanan publik dan mengganggu stabilitas nasional. Setiap negara BRICS, dari Brasil hingga Afrika Selatan, dari Rusia hingga Tiongkok dan India, menghadapi gelombang serangan yang terus meningkat dengan modus operandi yang kian canggih.

Upaya Membangun Pertahanan Kolektif

Menyadari bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat menghadapi ancaman ini sendirian, dorongan untuk membangun kerja sama yang lebih terstruktur di antara anggota BRICS semakin menguat. Wacana untuk membentuk aliansi keamanan siber BRICS telah mengemuka, dengan tujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi intelijen tentang ancaman terkini, mengembangkan standar keamanan bersama, serta merespons insiden siber secara kolektif dan cepat.

Jika terealisasi, aliansi ini dapat menjadi fondasi penting bagi ketahanan siber kolektif Global Selatan. Selain itu, pembentukan pusat respons insiden dan pelaksanaan latihan bersama juga menjadi langkah yang terus didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Tantangan dan Jalan Panjang Menuju Konvergensi

Namun, ambisi untuk menciptakan sistem keamanan siber terpadu dihadapkan pada realitas perbedaan regulasi, kapabilitas teknologi, serta kepentingan politik di antara para anggota. Membangun kerangka hukum yang dapat dioperasikan bersama di tengah keragaman sistem hukum nasional merupakan pekerjaan rumah besar. Meski demikian, momentum kerja sama ini tidak boleh disia-siakan.

Forum KTT India 2026 diharapkan dapat menghasilkan peta jalan yang lebih konkret. Seperti diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, prioritas India yang mencakup keamanan TIK dan kecerdasan buatan adalah agenda yang sangat relevan dengan tantangan saat ini dan akan aktif didukung oleh Rusia. Jika berhasil, kerja sama ini tidak hanya akan melindungi kepentingan nasional masing-masing anggota, tetapi juga dapat menjadi model tata kelola keamanan siber global yang lebih inklusif bagi negara-negara berkembang.(sl)