Sanai Rad kepada Amerika: Kami Siapkan Peti Mati Tentara Kalian!
Deputi Politik Bidang Ideologi Politik Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran memperingatkan Washington terkait setiap manuver terhadap Tehran.
Brigadir Jenderal Rasul Sanai Rad, Deputi Politik Kantor Ideologi Politik Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, mengenai manuver terbaru kapal-kapal Amerika di kawasan, menegaskan, "Jika Amerika ingin melakukan kesalahan di Iran, mereka harus bersiap menyambut jajaran panjang peti mati tentara mereka. Hal ini akan lebih menyedihkan lagi di Amerika sendiri bahwa saat ini, dengan hasutan Netanyahu dan demi tujuan kelompok Zionis, mereka harus menanggung kerugian ini; kelompok yang merupakan yang paling dibenci di dunia, dan Amerika tidak seharusnya dipaksa membayar biaya kebencian ini."
Jenderal Sanai Rad menambahkan, "Harus diperhatikan bahwa rezim Zionis yang merasa tenggelam, tidak akan mengasihani negara mana pun, termasuk tuannya sendiri, Amerika, dan rela menenggelamkan semua orang dalam peristiwa ini bersamanya."
Retorika Baru Trump tentang Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sekali lagi dalam kelanjutan pernyataan kontradiktif dan ancamannya, mengatakan bahwa dialah yang memutuskan tentang Iran dan lebih memilih tercapainya kesepakatan.
Presiden AS pada hari Senin di media sosialnya, Truth Social, bereaksi terhadap laporan bahwa pejabat militer tertinggi negaranya telah memperingatkannya tentang konsekuensi operasi militer jangka panjang terhadap Iran.
Di bagian pesan ini, Trump, dengan mengkritik media Amerika tentang liputan berita terkait Iran, seraya mengulangi ancamannya, mengklaim bahwa "akulah yang memutuskan, dan saya lebih memilih kesepakatan tercapai daripada tidak."
Nouri al-Maliki: Saya Tidak Mundur dari Pencalonan Perdana Menteri Irak
Nouri al-Maliki, ketua Koalisi Negara Hukum Irak, menyusul campur tangan Amerika untuk mengundurkan dirinya dari pencalonan perdana menteri, mengumumkan bahwa ia tidak akan mundur dari pencalonan untuk jabatan ini. Terkait hal ini, Waleed al-Asadi, anggota Koalisi Negara Hukum Irak, menyatakan bahwa Kerangka Koordinasi adalah lembaga yang bertanggung jawab menentukan calon perdana menteri, dan Nouri al-Maliki saat ini adalah satu-satunya calon yang secara serius dikaji di lembaga ini.
Penegasan Kroasia tentang Penghentian Kerja Sama Militer dengan Rezim Zionis
Presiden Kroasia, dalam pernyataannya, dengan mengkritik kunjungan Menteri Pertahanan negaranya ke wilayah pendudukan, menegaskan bahwa sebelumnya ia telah memerintahkan penghentian semua kerja sama militer dengan rezim Zionis. Zoran Milanović mengatakan, "Karena perilaku tentara Israel yang tidak dapat diterima dan pelanggaran luar biasa terhadap hukum kemanusiaan internasional olehnya, pada bulan Mei lalu (2025) saya telah memerintahkan penghentian semua kerja sama antara angkatan bersenjata Kroasia dan tentara Israel, yang mencakup semua anggota tentara Kroasia." Ia menambahkan, "Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata Kroasia, sekali lagi saya tegaskan bahwa angkatan bersenjata kami di masa depan sama sekali tidak akan bekerja sama dengan tentara rezim Israel."
Penyerangan Pemukim terhadap 45 Masjid di Tepi Barat pada Tahun 2025
Kementerian Wakaf Palestina dalam sebuah laporan mengumumkan bahwa kelompok-kelompok pemukim, dengan dukungan pasukan pendudukan rezim Zionis, pada tahun lalu (2025) telah menyerang 45 masjid di Tepi Barat. Lembaga Palestina ini dalam laporannya menegaskan bahwa tindakan semacam ini jelas menunjukkan kebiadaban yang dijalankan oleh mekanisme rasis dan provokatif Israel terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Palestina, dan kejahatan ini merupakan penyerangan terang-terangan terhadap Muslim dan perasaan mereka.
Terkait hal ini, sekelompok pemukim Zionis pada hari Senin, dengan menyerang desa Tel di selatan Nablus, membakar pintu masuk Masjid "Abu Bakar ash-Shiddiq".(PH)