Inggris tidak Mendukung Rencana Klaim Trump Mengenai Selat Hormuz
-
PM Inggris, Keir Starmer
Pars Today – Perdana Menteri Inggris pada hari Senin (13/4/2026) menegaskan bahwa negara tersebut tidak mendukung rencana Presiden Amerika Serikat terkait pemblokadean Selat Hormuz.
Menurut laporan IRNA, Keir Starmer pada hari Senin dalam wawancara dengan BBC menyatakan bahwa rakyat Inggris “tidak memiliki peran dalam perang ini” dan ia “tidak ingin mereka menanggung biayanya.”
Ia menambahkan: Kami tidak akan memasuki perang ini. Inggris tidak akan terseret ke dalam perang tersebut. Hal ini tidak sesuai dengan kepentingan nasional kami, karena saya hanya akan bertindak apabila terdapat dasar hukum yang jelas dan sebuah rencana yang sepenuhnya diperhitungkan.
Disebutkan bahwa Amerika Serikat, setelah gagal mencapai tujuan yang diklaimnya di medan perang dan ketidakmampuan dalam melanjutkan tekanan melalui jalur politik, kembali menggunakan bahasa ancaman terkait Selat Hormuz.
Republik Islam Iran juga, melalui kehadirannya dalam perundingan Islamabad, menunjukkan tekadnya untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan; namun proses tersebut menemui jalan buntu akibat tuntutan berlebihan Washington. Iran selalu menegaskan bahwa pihaknya siap mencapai sebuah kesepakatan yang berkelanjutan dan dapat dipercaya, yang menjamin kepentingan negara dan mencegah terjadinya penyalahgunaan di masa depan. (MF)