Perang di Timur Tengah Tekan Ekonomi Jerman
https://parstoday.ir/id/news/world-i188502-perang_di_timur_tengah_tekan_ekonomi_jerman
Pars Today - Kementerian Ekonomi dan Energi Jerman dalam laporan status bulan April mengumumkan bahwa perkembangan ekonomi negara itu pada kuartal pertama tahun ini kehilangan momentum signifikannya akibat konflik di Timur Tengah dan agresi militer terhadap Iran.
(last modified 2026-04-13T09:19:20+00:00 )
Apr 13, 2026 16:17 Asia/Jakarta
  • Bendera Jerman
    Bendera Jerman

Pars Today - Kementerian Ekonomi dan Energi Jerman dalam laporan status bulan April mengumumkan bahwa perkembangan ekonomi negara itu pada kuartal pertama tahun ini kehilangan momentum signifikannya akibat konflik di Timur Tengah dan agresi militer terhadap Iran.

Melaporkan dari harian Die Welt, IRNA pada Senin, 13 April 2026, pemerintah Jerman menggambarkan ekonomi negaranya pada kuartal pertama tahun Masehi ini melemah secara signifikan.

Menurut kementerian tersebut, meskipun indikator sektor bisnis pada awal tahun menunjukkan sedikit perbaikan, indikator-indikator itu sejak dimulainya agresi militer AS dan Israel terhadap Iran memburuk secara signifikan.

Indikator-indikator terkini di sektor industri juga menunjukkan bahwa ekonomi Jerman kemungkinan berkinerja sangat lambat pada kuartal pertama.

G7 Gelar Pertemuan Dadakan Bahas Dampak Krisis

Berita ini dirilis sementara Menteri Ekonomi Prancis mengumumkan bahwa Paris pada Rabu (15 April 2026) akan menjadi tuan rumah pertemuan menteri ekonomi negara-negara G7.

Roland Lescure, yang negaranya memegang presidensi bergilir G7, mengonfirmasi bahwa menteri ekonomi kelompok tersebut akan mengadakan pertemuan penting pada hari Rabu.

Para menteri ekonomi dan energi serta gubernur bank sentral G7 sebelumnya dalam pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Prancis menyatakan, "Kami siap, dalam koordinasi erat dengan mitra kami, mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan pasar energi."

Lescure, sebelum pertemuan para menteri ekonomi dan energi serta gubernur bank sentral AS, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, dan Jepang, mengatakan bahwa peristiwa di Teluk Persia memiliki konsekuensi ekonomi, energi, dan finansial, serta kemungkinan akan memicu inflasi.

Jika guncangan energi ini berlanjut selama beberapa minggu, krisis akan semakin menyebar ke seluruh perekonomian, tambahnya.

Menteri Ekonomi Prancis sebelumnya juga memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah telah menciptakan "kejutan minyak baru" yang dampaknya terhadap ekonomi akan meluas jika berlangsung selama beberapa minggu.(sl)