Panel Surya Eropa Laris: Jawaban atas Krisis Energi
https://parstoday.ir/id/news/world-i191402-panel_surya_eropa_laris_jawaban_atas_krisis_energi
Pars Today - Seiring dengan meningkatnya harga minyak dan gas akibat serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, permintaan untuk sistem tenaga surya di Eropa meningkat secara signifikan.
(last modified 2026-06-13T06:15:03+00:00 )
Jun 13, 2026 13:13 Asia/Jakarta
  • Panel surya laris di Eropa
    Panel surya laris di Eropa

Pars Today - Seiring dengan meningkatnya harga minyak dan gas akibat serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, permintaan untuk sistem tenaga surya di Eropa meningkat secara signifikan.

Melansir IRNA dari situs jaringan berita Euronews, 13 Juni 2026, energi surya yang disebut sebagai bintang bersinar dalam transisi Eropa menuju energi bersih, sekali lagi menjadi salah satu alat paling penting bagi rumah tangga Eropa untuk menghadapi meningkatnya biaya energi.

Berkelanjutannya ketegangan dan akibatnya berlanjutnya tren kenaikan tajam harga minyak dan gas, telah mendorong banyak warga Eropa yang ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengendalikan biaya energi, beralih ke pemasangan sistem tenaga surya.

Di Jerman, perusahaan energi terbarukan "Enpal" mengumumkan bahwa sejak dimulainya konflik di Asia Barat, jumlah permintaan pemasangan panel surya meningkat 30 persen. Perusahaan "1KOMMA5°" juga melaporkan hampir dua kali lipatnya minat pelanggan terhadap teknologi ini.

Di Inggris, perusahaan energi "E.ON" mengumumkan, jumlah pencarian dan permintaan untuk sistem tenaga surya dalam periode 23 Februari hingga 1 Maret meningkat 23 persen, dan pada minggu berikutnya mencatat pertumbuhan 63 persen.

Di samping panel tradisional yang dipasang di atap, sistem tenaga surya yang dapat dicolokkan ke stopkontak listrik juga berkembang dengan cepat. Sistem yang lebih mudah dipasang dan biayanya jauh lebih rendah ini, khususnya menjadi menarik bagi penyewa dan penghuni apartemen.

Jerman dianggap sebagai pelopor teknologi ini di Eropa, dan antara tahun 2022 hingga 2025, lebih dari 1 juta sistem tenaga surya yang dapat dicolokkan telah dipasang di negara ini. Insentif pemerintah, penghapusan pajak pertambahan nilai, dan penurunan harga peralatan disebut sebagai faktor-faktor utama pertumbuhan ini.

Para ahli bagaimanapun meyakini bahwa panel surya yang dapat dicolokkan tidak dapat sepenuhnya menggantikan sistem atap. Menurut Kian Milroy, seorang insinyur energi terbarukan, teknologi ini lebih merupakan solusi pelengkap, dan kemampuan produksi listriknya terbatas untuk mengurangi tagihan energi secara signifikan.

Berdasarkan perkiraan, sebuah sistem tenaga surya yang dapat dicolokkan selama 15 tahun dapat menghemat sekitar 1.100 poundsterling dalam biaya listrik rumah tangga Inggris; sementara panel atap dalam periode yang sama memungkinkan penghematan hingga 15.000 poundsterling atau lebih.

Meskipun demikian, para ahli juga memperingatkan tentang fenomena yang disebut "efek rebound surya". Dalam situasi ini, beberapa rumah tangga karena anggapan bahwa listrik yang diproduksi gratis, meningkatkan konsumsi energi mereka, dan akibatnya sebagian dari penghematan yang diharapkan hilang.

Laporan ini menyingkap pola yang familiar: krisis selalu menjadi katalis inovasi. Ketika harga energi melambung akibat konflik geopolitik, warga Eropa tidak menunggu pemerintah bertindak, mereka bertindak sendiri dengan memasang panel surya. Yang paling menarik adalah munculnya sistem "colok-listrik" yang demokratis: tidak perlu punya rumah atau atap sendiri untuk berkontribusi pada transisi energi. Penyewa apartemen pun bisa ikut. Namun peringatan tentang "efek rebound" adalah pengingat filosofis: teknologi bisa mengubah cara kita memproduksi energi, tetapi tidak selalu mengubah cara kita mengonsumsinya. Kadang, solusi baru justru menciptakan perilaku baru yang menggerus manfaatnya.(Sail)