ASEAN Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Minta Hormuz Tetap Aman
https://parstoday.ir/id/news/world-i188492-asean_sambut_gencatan_senjata_iran_as_minta_hormuz_tetap_aman
Pars Today - Para menteri luar negeri negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), seraya menyambut gencatan senjata antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, menekankan perlunya menjaga keamanan maritim serta mengembalikan lalu lintas yang aman dan tanpa hambatan di Selat Hormuz sesuai hukum internasional.
(last modified 2026-04-13T07:33:14+00:00 )
Apr 13, 2026 14:20 Asia/Jakarta
  • ASEAN Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Minta Hormuz Tetap Aman

Pars Today - Para menteri luar negeri negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), seraya menyambut gencatan senjata antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, menekankan perlunya menjaga keamanan maritim serta mengembalikan lalu lintas yang aman dan tanpa hambatan di Selat Hormuz sesuai hukum internasional.

Melaporkan dari laman resmi ASEAN, IRNA pada Senin, 13 April 2026, dalam pernyataan resmi, para menteri luar negeri ASEAN menyambut pengumuman gencatan senjata antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, dan menilainya sebagai langkah penting menuju de-eskalasi ketegangan regional.

Dalam pernyataan tersebut, ASEAN, seraya menekankan pentingnya stabilitas di jalur-jalur vital perdagangan global, menegaskan perlunya menjaga keamanan dan keselamatan maritim, serta menjamin kebebasan bernavigasi dan penerbangan di atas perairan internasional.

Negara-negara blok regional ini juga mendesak semua pihak untuk mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional, terutama ketentuan Konvensi Hukum Laut 1982 (UNCLOS). Mereka juga menekankan implementasi standar dan rekomendasi lembaga-lembaga internasional seperti Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Pernyataan ini dirilis pada saat Presiden Amerika Serikat, dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, 12 April, seraya menekankan kekuatan militer AS yang berlebihan, berbicara tentang kemungkinan penutupan Selat Hormuz. Ia memperingatkan bahwa jika negosiasi gagal, opsi-opsi yang lebih keras terhadap Iran akan masuk dalam agenda.

Trump merujuk pada pentingnya Selat Hormuz bagi perdagangan energi global, dan menyatakan bahwa AS dapat memblokir jalur vital ini jika diperlukan. Namun, ia juga menambahkan bahwa implementasi keputusan semacam itu membutuhkan waktu dan perencanaan. Pernyataan ini secara implisit mengungkap adanya kajian skenario berisiko tinggi di tingkat pengambilan keputusan AS.

Secara spesifik, ASEAN menuntut kembalinya lintasan kapal dan pesawat yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan di Selat Hormuz, jalur strategis yang memainkan peran kunci dalam transfer energi dan perdagangan global.

Uni ini menekankan pentingnya menjamin keselamatan pelaut dan kapal sesuai dengan konvensi internasional, termasuk Konvensi Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS). ASEAN mendesak semua pihak untuk menghindari tindakan apa pun yang mengancam keamanan perairan vital ini.(sl)