Rudal Hoveizeh: Senjata Efektif Menyerang Musuh Amerika dan Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187316-rudal_hoveizeh_senjata_efektif_menyerang_musuh_amerika_dan_zionis
Pars Today – Setelah serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam menanggapi dengan melancarkan Operasi Janji Sejati-4 terhadap posisi‑posisi musuh.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Mar 21, 2026 17:13 Asia/Jakarta
  • Misil Cruise Hoveizeh
    Misil Cruise Hoveizeh

Pars Today – Setelah serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam menanggapi dengan melancarkan Operasi Janji Sejati-4 terhadap posisi‑posisi musuh.

Berdasarkan laporan Pars Today, sejak serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis pada 28 Februari 2026, Pasukan Dirgantara IRGC telah memulai Operasi Janji Sejati-4. Hingga kini lebih dari 70 fase operasi telah dilaksanakan dengan memanfaatkan beragam misil balistik, misil cruise, dan drone. Salah satu senjata utama yang digunakan Iran dalam serangan terhadap musuh Amerika dan Zionis adalah misil cruise.

Ciri‑ciri Misil Cruise

Misil cruise merupakan kombinasi antara misil dan pesawat tak berawak yang dapat diarahkan ulang sepanjang lintasannya hingga mencapai sasaran. Pada kebanyakan sistem cruise, mesin jet dipakai, berbeda dengan misil lain yang menggunakan mesin roket.

Karena karakteristik khususnya, misil cruise berperan penting dalam operasi dan misi‑misi kritis. Harga yang relatif rendah, kemampuan terbang dan bergerak dalam jarak serta waktu yang lebih lama, serta kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan misil konvensional menjadikannya senjata strategis. Di samping itu, kemampuan menyerap radar dan kesulitan untuk dideteksi juga menjadi keunggulan misil cruise.

Mekanisme pergerakannya mengandalkan penerbangan berkecepatan tinggi pada ketinggian rendah, sehingga biasanya sulit dideteksi. Penggunaan misil cruise untuk menyerang target darat kini semakin menjadi senjata strategis bagi negara‑negara yang memiliki teknologi tinggi serta bagi negara‑negara yang mengakses pasar senjata canggih.

Industri pertahanan Iran telah berhasil memproduksi beragam jenis misil cruise dengan memanfaatkan pengetahuan para ahli dalam negeri dan ilmu pengetahuan terkini. Angkatan Laut Artesh dan IRGC merupakan pengguna utama misil cruise di Iran. Meskipun bagian lain juga menggunakannya, tetapi penggunaannya dalam organisasi tempur Angkatan Laut lebih menonjol. Misil cruise Nour, Ghadir, Ghadr, Nasr, dan lainnya merupakan jenis yang paling banyak digunakan di Angkatan Laut. Misil-misil ini digunakan dalam pertahanan pesisir dan serangan terhadap musuh di laut. Jangkauan misil cruise maritim ini kurang dari 200 kilometer.

Namun, terdapat jenis misil cruise lainnya, yaitu misil yang dirancang untuk menyerang posisi darat, yang juga diproduksi oleh industri pertahanan Iran dengan jangkauan minimal 700 kilometer. Misil-misil Iran umumnya menggunakan sistem panduan ganda, yang kemungkinan yang terpenting adalah TERCOM. Sistem TERCOM dan DSMAC sebenarnya merupakan bagian dari satu keluarga dan membantu navigasi dan menemukan jalur yang benar berdasarkan pencocokan gambar (udara dan satelit) dari jalur yang diinginkan dengan komputer di dalam misil. Sistem navigasi ini biasanya digunakan di sebagian besar misil cruise udara-ke-darat di dunia.

Jenis panduan ini didasarkan pada peta bentang alam dan misil mengikuti jalur berdasarkan informasi yang dimasukkan ke dalam komputer atau komputer penerbangan, serta menggunakan berbagai alat untuk mengoreksi jalur gerakannya dan meningkatkan akurasinya. Namun, jelas bahwa jenis panduan ini tidak hanya digunakan untuk navigasi misil, tetapi juga beberapa jenis panduan lainnya digunakan untuk memandu misil Iran secara akurat, termasuk Glonass dan navigasi inersia INS.

Peresmian Misil Hoveizeh

Misil Hoveizeh adalah misil cruise jarak jauh yang diproduksi oleh para ahli dari Organisasi Industri Antariksa Kementerian Pertahanan Iran, dan merupakan salah satu pencapaian inovatif di bidang ini. Misil cruise Hoveizeh diluncurkan pada 2 Februari 2019 (13 Bahman 1397 HS) menjelang peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran, dengan kehadiran Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran saat itu, dan Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Amir Ali Hajizadeh yang telah gugur syahid. Peresmian tersebut dilakukan pada pameran “Pencapaian Pertahanan dan Pembangunan” yang dikenal sebagai “Eghtedar 40”.

Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa pembuatan dan produksi misil cruise Hoveizeh merupakan langkah efektif dalam meningkatkan kemampuan pasukan bersenjata dan kekuatan pencegahan Iran, dan mengumumkan bahwa misil ini adalah “tangan panjang” sistem Republik Islam Iran di bidang pertahanan misil cruise.

Amir Hatami dalam upacara peresmian misil tersebut mengatakan bahwa misil cruise jarak jauh dari keluarga Soumar dengan nama Hoveizeh adalah misil untuk melengkapi rantai pertahanan Iran dan memperkuat rantai pertahanan Iran. Komandan Ali Hajizadeh yang telah gugur juga mengatakan dalam upacara tersebut, “Beberapa tahun terakhir, kami telah memulai pekerjaan di bidang misil cruise. Kami memiliki hambatan mendasar di bidang mesin jet dan propulsi, yang untungnya telah membuahkan hasil dan menjadi produk dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja, kita akan menyaksikan jenis misil ini, baik dari pantai ke laut, udara ke darat, maupun darat ke darat cruise.”

Misil cruise lebih ringan daripada misil balistik dan lebih mudah untuk dipindahkan. Dalam penggunaan melawan musuh, karena bergerak di permukaan tanah, mereka sulit untuk dicegat.

Karakteristik

Misil Hoveizeh adalah misil cruise darat yang berasal dari keluarga misil Soumar dengan kemampuan menghindari radar. Misil ini memiliki kemampuan untuk menghancurkan beragam target dengan kemampuan taktis yang tinggi. Misil Hoveizeh memiliki kemampuan “persiapan dan respons cepat, ketinggian terbang rendah, akurasi navigasi dan serangan yang tinggi, serta daya hancur yang besar” dan digunakan untuk menyerang target darat tetap.

Misil yang menghindari radar ini memiliki jangkauan terbang 1350 kilometer, setelah berhasil diuji coba pada jangkauan 1200 kilometer dan diserahkan kepada Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam.

Dengan jangkauan misil ini, Iran dapat dengan mudah menargetkan target regional yang diinginkan, termasuk pangkalan regional Amerika. Panjang misil Hoveizeh sekitar 6 meter dan beratnya lebih dari satu ton, yang membuatnya mirip dengan “adiknya,” misil Soumar. Namun, dengan memperhatikan jangkauan misil ini, indikator ini meningkat sekitar 600 kilometer dibandingkan dengan misil Soumar. Akurasi serangan misil Havizeh diperkirakan 1 meter.

Peningkatan jangkauan ini hanya dapat disebabkan oleh pencapaian Iran dalam pengetahuan baru di bidang pembuatan misil cruise, yang berarti kombinasi pengetahuan para ahli pertahanan dengan perusahaan berbasis pengetahuan. Hal ini telah memungkinkan kekuatan dan inovasi untuk membantu industri pertahanan sehingga Iran tetap mutakhir dan terdepan di bidang ini, seperti di bidang lainnya.

Reaksi Musuh

Situs web DBCa, yang menganalisis isu‑isu militer dan keamanan rezim Zionis, mempublikasikan berita peluncuran misil Hoveizeh dengan judul “Baik Israel maupun Amerika Serikat tidak mampu menghadapi misil cruise baru Iran” serta menilai peluncuran dan pengujian misil tersebut sebagai respons terhadap uji coba misil “Arrow 3” yang dikembangkan bersama Amerika Serikat dan rezim Zionis dan diumumkan pada 22 Januari 2019.

Laporan itu menyatakan bahwa misil cruise, berkat kemampuan terbang dekat gunung dan dasar lembah, dapat menyembunyikan diri dari sistem radar misil, tidak ada sistem militer di dunia yang memiliki alat efektif untuk menghentikannya (kecuali varian jarak pendek) sebelum mencapai sasaran.

Media tersebut juga menekankan bahwa misil cruise Iran terbang pada ketinggian lebih rendah daripada jaringan radar Amerika dan rezim Zionis, dan menambahkan, “Meskipun Barat berusaha meremehkan keberhasilan uji coba misil cruise Hoveizeh di Iran, misil ini memiliki kepentingan yang sangat tinggi.”(sl)