Pezeshkian: Tuhan yang Mengalahkan Pasukan AS di Tabas, Juga Melindungi Rakyat Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188958-pezeshkian_tuhan_yang_mengalahkan_pasukan_as_di_tabas_juga_melindungi_rakyat_iran
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa harapannya adalah kekalahan historis dapat menjadi pelajaran bagi para penguasa arogan di dunia.
(last modified 2026-04-26T06:36:05+00:00 )
Apr 26, 2026 13:34 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian
    Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa harapannya adalah kekalahan historis dapat menjadi pelajaran bagi para penguasa arogan di dunia.

Melaporkan dari IRNA, Pars Today pada Minggu, 26 April 2026, Masoud Pezeshkian menulis di X bahwa tanggal 5 Ordibehesht (25 April) adalah peringatan kekalahan bersejarah AS di Tabas, di mana keagungan Tuhan atas semua kehendak lain terbukti.

Pezeshkian merujuk pada kekalahan AS di Tabas, Iran, pada Ordibehesht 1359 HS (April 1980) serta operasi AS baru-baru ini di Isfahan, yang keduanya berakhir dengan kegagalan memalukan. "Tahun ini juga, dengan pertolongan Tuhan, Tabas lain terjadi di selatan Isfahan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan yang mengalahkan pasukan AS di gurun Tabas adalah Tuhan yang melindungi rakyat di tanah ini," tulisnya.

Ia menambahkan bahwa harapannya adalah kekalahan bersejarah seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi para penguasa arogan di dunia.

Sementara itu, Presiden Iran mengaitkan motivasi musuh dalam menargetkan infrastruktur dan menerapkan blokade dengan upaya menciptakan ketidakpuasan di antara rakyat. "Musuh berencana mengubah kepuasan rakyat saat ini menjadi ketidakpuasan. Untuk melawan rencana musuh, kita tidak boleh membiarkan munculnya kondisi yang menimbulkan ketidakpuasan rakyat," tegasnya.

"Tuhan yang mengalahkan pasukan AS di gurun Tabas", ini bukan sekadar klaim spiritual. Ini adalah keyakinan bahwa sejarah membuktikan: intervensi militer asing di Iran, dari masa lalu hingga sekarang, akan berakhir dengan kegagalan memalukan.

Pezeshkian menghubungkan dua peristiwa: Tabas (1980) dan serangan baru-baru ini di Isfahan. Pesannya jelas: pola yang sama berulang. AS tidak belajar dari sejarah. Dan Tuhan, dalam keyakinan ini, tetap berpihak pada Iran.(sl)