Kemlu Iran: Kejahatan Zionis di Hari Nakba, Kejahatan Perang dan Genosida
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190026-kemlu_iran_kejahatan_zionis_di_hari_nakba_kejahatan_perang_dan_genosida
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam sebuah pernyataan yang menandai "Hari Nakba", menegaskan bahwa kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina merupakan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.
(last modified 2026-05-16T10:13:09+00:00 )
May 16, 2026 17:11 Asia/Jakarta
  • Kementerian Luar Negeri Iran
    Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam sebuah pernyataan yang menandai "Hari Nakba", menegaskan bahwa kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina merupakan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.

Dilansir Pars Today dari IRNA, 16 Mei 2026, pernyataan itu mengingatkan bahwa 78 tahun yang lalu, tragedi kemanusiaan dan moral paling mengerikan di era modern terjadi ketika entitas Zionis palsu diproklamasikan di tanah bersejarah Palestina. Konsekuensi bencana dari peristiwa ini masih terasa di Asia Barat dan seluruh dunia.

Hari Nakba, menurut pernyataan itu, mengingatkan kita pada konspirasi musuh-musuh kemanusiaan terhadap Palestina dan kawasan Asia Barat. Konsekuensi langsungnya adalah ketidakamanan permanen di kawasan dan normalisasi pelanggaran hukum serta kejahatan.

Selama delapan dekade, pelanggaran paling biadab terhadap hukum internasional telah dilakukan oleh Zionis, kata pernyataan itu. Dengan dukungan dari AS, Inggris, Jerman, Kanada, dan beberapa negara Eropa lainnya, para penjajah telah melakukan kejahatan internasional paling keji di Palestina yang diduduki.

Kemlu Iran menekankan bahwa, bersama dengan semua orang merdeka di dunia, Iran dengan tegas mengutuk kejahatan rezim Zionis dan menolak setiap rencana yang melibatkan pemindahan paksa penduduk Gaza dan Tepi Barat dari tanah air mereka.

Iran, kata pernyataan itu, tetap pada posisi prinsip dan teguhnya: mendukung hak sah rakyat Palestina untuk melawan pendudukan dan agresi, hak kembali bagi pengungsi Palestina, dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan bersatu dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Iran juga menyatakan keyakinannya bahwa kelanjutan perlawanan rakyat Palestina, bersama dengan kebangkitan hati nurani global, pada akhirnya akan mengarah pada pembebasan penuh Palestina dan terwujudnya hak-hak historis rakyatnya.

Setiap tahun, pada Hari Nakba, narasi resmi mengulang sejarah. Namun tahun ini, genosida bukan lagi memoar masa lalu; itu disiarkan langsung di layar ponsel kita setiap malam. Iran dengan tegas menyerukan pengadilan bagi para penjahat, bukan hadiah bagi para penjajah. Ketika Gaza dibom, Tepi Barat diserbu, dan Quds dilarang, Iran menekankan bahwa solusinya bukanlah gencatan senjata yang rapuh, tetapi pembebasan penuh.

Mereka menyebutnya "Hari Kemerdekaan". Kami menyebutnya "Nakba", bencana. 78 tahun kemudian, para pengungsi masih hidup di kamp-kamp. Putra-putra mereka masih membawa kunci rumah yang sudah rata dengan tanah. Iran tidak sedang berbicara tentang perdamaian yang dinegosiasikan. Ia sedang berbicara tentang keadilan. Dan di dunia di mana penjajah dihadiahi dengan normalisasi, sementara korban dihukum dengan blokade, definisi perdamaian perlu diubah terlebih dahulu.(Sail)