Gharibabadi Puji Irlandia Karena Melarang Impor Barang dari Permukiman Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190468-gharibabadi_puji_irlandia_karena_melarang_impor_barang_dari_permukiman_zionis
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi memuji pengesahan rancangan undang-undang di Irlandia yang melarang impor barang dari permukiman Zionis, dan menegaskan bahwa kini giliran negara-negara Barat yang mengaku menjunjung hukum internasional untuk menerapkan aturan yang selama ini mereka gaungkan.
(last modified 2026-05-27T12:38:11+00:00 )
May 27, 2026 19:33 Asia/Jakarta
  • Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi
    Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi memuji pengesahan rancangan undang-undang di Irlandia yang melarang impor barang dari permukiman Zionis, dan menegaskan bahwa kini giliran negara-negara Barat yang mengaku menjunjung hukum internasional untuk menerapkan aturan yang selama ini mereka gaungkan.

Parstoday — Seperti dilansir IRIB, Gharibabadi dalam sebuah unggahan di platform X menanggapi keputusan Irlandia untuk mengesahkan undang-undang pelarangan impor barang dari permukiman rezim Zionis Israel.

"Pengumuman keputusan Irlandia untuk melarang impor barang dari permukiman ilegal rezim Zionis merupakan langkah yang patut diapresiasi dalam mengubah penghormatan terhadap hukum internasional dari sekadar slogan menjadi tindakan nyata," tulisnya.

Gharibabadi mengingatkan bahwa International Court of Justice (ICC) dalam pendapat konsultatifnya pada tahun 2004 telah menegaskan bahwa pembangunan permukiman tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional. Dia mengatakan, berdasarkan pendapat itu, negara-negara berkewajiban untuk tidak mengakui situasi ilegal tersebut dan tidak membantu mempertahankannya.

Menurutnya, perdagangan produk dari permukiman tersebut bukanlah transaksi biasa, melainkan bentuk keterlibatan ekonomi dalam mempertahankan pendudukan dan mencuci legitimasi situasi ilegal.

Gharibabadi menekankan bahwa kini giliran negara-negara lain, khususnya negara Barat yang mengklaim membela hukum internasional, untuk tidak mundur di bawah tekanan rezim Zionis Israel, sebagian legislator Amerika Serikat, dan lobi-lobi perdagangan, dan benar-benar menerapkan aturan yang mereka serukan.

Pemerintah Irlandia sendiri telah menyetujui rancangan undang-undang yang melarang impor barang dari permukiman Zionis. Helen McEntee mengatakan bahwa Dublin juga sedang berupaya di tingkat Uni Eropa agar diambil sikap yang lebih tegas terhadap permukiman Zionis. Menurutnya, larangan perdagangan barang dari permukiman ilegal di seluruh Uni Eropa akan menjadi respons paling kuat terhadap tindakan Israel. (RA)