"Kami Menang, Kami Tetap Waspada": Iran Peringatkan AS soal Konsekuensi Jika MoU Dilanggar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191822-kami_menang_kami_tetap_waspada_iran_peringatkan_as_soal_konsekuensi_jika_mou_dilanggar
Pars Today - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Syura Islam Iran menyatakan bahwa setiap pengingkaran janji atau penyimpangan AS dari kerangka utama kesepahaman akan mengakibatkan angkatan bersenjata Iran, dengan dukungan rakyat yang berani, merespons dengan lebih tegas dan lebih menghancurkan dari sebelumnya.
(last modified 2026-06-20T16:07:24+00:00 )
Jun 20, 2026 23:01 Asia/Jakarta
  • Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Syura Islam Iran
    Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Syura Islam Iran

Pars Today - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Syura Islam Iran menyatakan bahwa setiap pengingkaran janji atau penyimpangan AS dari kerangka utama kesepahaman akan mengakibatkan angkatan bersenjata Iran, dengan dukungan rakyat yang berani, merespons dengan lebih tegas dan lebih menghancurkan dari sebelumnya.

Melansir IRNA, 20 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Syura Islam Iran, dalam tulisannya di akun pribadi media sosialnya, menulis:

"Perlawanan berani rakyat Iran menyebabkan AS tidak punya pilihan selain duduk di meja perundingan dan menerima syarat-syarat Iran. Kini AS berkewajiban, untuk mendapatkan kepercayaan rakyat Iran, untuk melaksanakan dengan komitmen semua pasal nota kesepahaman, termasuk penghentian perang terhadap Lebanon dan evakuasi cepat Lebanon selatan oleh rezim palsu (Israel)."

Ia menegaskan, "Setiap pengingkaran janji atau penyimpangan dari kerangka utama kesepahaman akan menyebabkan angkatan bersenjata Iran, dengan dukungan rakyat yang berani, merespons dengan lebih tegas dan lebih menghancurkan daripada sebelumnya."

Pernyataan Azizi ini muncul di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut oleh Israel di Lebanon selatan, sebuah situasi yang membuat Iran semakin vokal dalam mengingatkan AS bahwa MoU bukanlah "kertas kosong".

Pertanyaan yang Tersisa:

Sejauh mana AS bersedia menekan Israel untuk benar-benar menghentikan serangan di Lebanon? Jika AS gagal, Iran akan memiliki alasan untuk mengklaim bahwa AS telah melanggar MoU dan ini bisa menjadi pembenaran bagi Iran untuk memperlambat atau bahkan menghentikan negosiasi 60 hari tentang masalah nuklir dan sanksi. Ini adalah tekanan yang terus meningkat pada pemerintahan Trump untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap sekutunya sendiri.(Sail)