"Sama Kuat dengan Tembok Hormuz": Beiranvand Jadi Pahlawan, Iran Tahan Imbang Belgia
-
Pertandingan Tim Melli Iran melawan Belgia di Piala Dunia 2026
Pars Today - Tim nasional sepak bola Iran meraih hasil imbang dalam pertandingan keduanya di Piala Dunia 2026 melawan Belgia.
Melansir Fars, 22 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa tim nasional Iran, dalam pertandingan keduanya di fase grup Piala Dunia 2026, menghadapi Belgia di Stadion SoFi, Los Angeles, pada hari Minggu pukul 22:30 waktu Tehran. Pertandingan berakhir dengan hasil imbang.
Di akhir pertandingan, Alireza Beiranvand, kiper tim nasional Iran, dinobatkan sebagai "Pemain Terbaik Pertandingan".
Dengan hasil ini, Iran meraih 2 poin dan memuncaki klasemen Grup G. Belgia juga memiliki 2 poin tetapi berada di posisi kedua karena selisih gol yang lebih rendah, sementara Selandia Baru dan Mesir masing-masing dengan 1 poin berada di posisi ketiga dan keempat.
Araghchi: Dari Lapangan Sepak Bola ke Meja Negosiasi, Tujuannya Membela Martabat dan Kehormatan Rakyat Iran
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menulis di akun pribadinya, "Dari lapangan sepak bola ke meja negosiasi dan ke medan perang, setiap langkah yang kami ambil sebagai orang Iran adalah bagian dari perjuangan yang lebih besar: membela martabat dan kehormatan rakyat tercinta kami."
Media Arab: "Beiranvand Melindungi Gawang Iran Seperti Selat Hormuz"
Setelah penampilan gemilang Alireza Beiranvand, kiper tim nasional Iran, melawan Belgia dalam pertandingan kedua Piala Dunia 2026, media Arab menulis bahwa ia, dengan menggagalkan tujuh tembakan, melindungi gawang Iran seperti Selat Hormuz.
edia Arab, dengan memuji penampilan Beiranvand, menulis, "Tim nasional Iran, yang menghadapi berbagai kendala di Piala Dunia 2026 di AS, berhasil meraih satu poin berharga dari Belgia. Dalam pertandingan ini, Alireza Beiranvand, dengan menggagalkan setidaknya tujuh tembakan dari dalam kotak penalti, menjaga gawangnya tetap bersih dan layak dinobatkan sebagai pemain terbaik."
Situs web surat kabar Al-Khabar Al-Jazairi membandingkan penampilan Beiranvand dengan "Selat Hormuz" , yang tidak mampu dilalui oleh penyerang Belgia.
Situs berita Arab48, seraya menunjuk pada hasil imbang 0-0 yang berharga melawan Belgia yang menjaga peluang lolos Iran tetap hidup, menulis, "Tim nasional Iran, yang karena perang dan sanksi mengadakan kamp pelatihan di Meksiko dan menghadapi pembatasan ketat untuk masuk ke AS, disambut dengan antusias oleh orang-orang Iran yang tinggal di Los Angeles. Sebagian besar penonton Iran, yang mengenakan bendera Iran, meneriakkan 'Iran, Iran'."
Tim nasional Iran akan menghadapi Mesir pada hari Jumat di Seattle.
"Tembok Hormuz" di Gawang Iran
Analogi media Arab yang membandingkan Beiranvand dengan Selat Hormuz sangatlah tepat dan memiliki dua lapis makna:
Secara Harfiah: Beiranvand menggagalkan tujuh tembakan berbahaya, membuat lini depan Belgia yang perkasa (dengan pemain seperti Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne) frustrasi sepanjang pertandingan. Itu adalah tembok yang tidak bisa ditembus.
Secara Politik: Selat Hormuz adalah jalur air strategis yang baru saja ditutup oleh Iran untuk menekan AS dan Israel. Dengan membandingkan Beiranvand dengan Hormuz, media Arab secara halus mengakui bahwa ketahanan Iran, baik di lapangan hijau maupun di medan perang, adalah sesuatu yang tidak bisa diabaikan.(Sail)