Pezeshkian: Persatuan Negara Islam Cara Paling Efektif Hadapi Konspirasi Pemecah Belah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192014-pezeshkian_persatuan_negara_islam_cara_paling_efektif_hadapi_konspirasi_pemecah_belah
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, sambil menelaah perkembangan terbaru regional dan internasional, menekankan pengembangan kerja sama strategis, perluasan hubungan ekonomi kedua negara, dan penguatan persatuan serta konvergensi di antara negara-negara Islam.
(last modified 2026-06-24T06:01:39+00:00 )
Jun 24, 2026 17:00 Asia/Jakarta
  • Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan dan Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran
    Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan dan Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan, sambil menelaah perkembangan terbaru regional dan internasional, menekankan pengembangan kerja sama strategis, perluasan hubungan ekonomi kedua negara, dan penguatan persatuan serta konvergensi di antara negara-negara Islam.

Melansir Pars Today dari IRNA, 24 Juni 2026, Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran, dalam pertemuan dengan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, dengan merujuk pada perang yang dipaksakan baru-baru ini oleh Amerika dan rezim Zionis terhadap bangsa Iran, menegaskan, "Berdasarkan aturan dan kerangka kerja apa pun, mereka tidak bisa menyerang Iran, tetapi meskipun demikian, mereka melakukan agresi terhadap Iran dan dalam serangan-serangan ini, selain Pemimpin Agung, para komandan dan pejabat serta sejumlah besar warga sipil dan non-kombatan, termasuk 168 anak-anak tak berdosa, telah gugur syahid."

"Mereka yang Berbohong atas Nama Demokrasi"

Pezeshkian menambahkan, "Mereka yang melakukan kejahatan ini adalah orang-orang yang dengan kebohongan dan tipuan menggembar-gemborkan demokrasi, dan hari ini lebih dari sebelumnya telah terbukti bahwa aktor utama ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan adalah rezim Zionis."

Presiden Iran melanjutkan, "Mereka berusaha dengan tindakan-tindakan tidak ksatria, termasuk menargetkan infrastruktur dan warga sipil, melumpuhkan negara Iran dan memaksanya bertekuk lutut, tetapi dengan keteguhan bangsa Iran yang tak tertandingi, mereka gagal mencapai tujuan mereka."

Posisi Iran dalam Negosiasi: Tidak Ada Pembicaraan tentang Rudal Balistik

Pezeshkian, dengan menekankan keteguhan Republik Islam Iran pada komponen-komponen kewibawaannya dalam negosiasi-negosiasi yang akan datang, menambahkan, "Tidak ada dan tidak akan ada negosiasi tentang rudal-rudal balistik. Kami tidak percaya kepada Amerika, karena sementara dua kali kami berada di jalur negosiasi, kami diserang. Namun demikian, kami selalu dan tetap siap untuk dialog dan perdamaian. Republik Islam Iran tidak akan pernah menundukkan kepala di hadapan tuntutan-tuntutan yang tidak sah dan tidak manusiawi."

Seruan Persatuan Islam

Pezeshkian selanjutnya dengan menekankan pentingnya persatuan umat Islam berkata, "Persatuan negara-negara Islam adalah cara paling efektif untuk menghadapi konspirasi-konspirasi pemecah belah."

Shehbaz Sharif: Persahabatan Besi Iran-Pakistan

Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, juga dengan menekankan posisi dan kapasitas-kapasitas Republik Islam Iran menegaskan, "Iran dan Pakistan hari ini memiliki hubungan terbaik satu sama lain. Rakyat Iran yang berani dan berilmu, pemuda-pemuda negara ini, kepemimpinan bijaksana, dan sumber daya berharganya, dapat membawa Iran ke puncak-puncak kebanggaan dan kemajuan."

Perdana Menteri Pakistan dengan merujuk pada hubungan dekat kedua negara menyatakan, "Persahabatan besi Iran dan Pakistan telah menyebabkan kesedihan dan kebahagiaan kita terjalin satu sama lain."

Target Perdagangan $30 Miliar

Shehbaz Sharif juga dengan menyatakan bahwa bangsa Iran adalah pewaris peradaban yang berusia ribuan tahun, menambahkan, "Meskipun perang ini telah merusak sebagian infrastruktur, Iran tetap sebagai negara besar dan kekuatan yang berpengaruh."

Perdana Menteri Pakistan selanjutnya dengan merujuk pada kapasitas-kapasitas ekonomi kedua negara mencatat, "Pada periode sebelumnya, target mencapai volume pertukaran perdagangan Iran dan Pakistan sebesar 10 miliar dolar telah diusulkan, namun hari ini kami percaya bahwa kita harus menargetkan pencapaian tingkat 30 miliar dolar pertukaran tahunan."

Shehbaz Sharif menambahkan, "Dengan menciptakan jalur-jalur perdagangan dan transit baru, pengembangan mekanisme-mekanisme baru penyelesaian bea cukai, serta penguatan hubungan perbankan, dapat diciptakan landasan untuk memudahkan dan memperluas pertukaran ekonomi antara kedua negara."

Pertemuan ini menyingkap dua dimensi penting. Pertama, dimensi politik-strategis: Iran menegaskan bahwa meskipun telah diserang dan kehilangan banyak pemimpin serta warga sipil (termasuk 168 anak-anak), ia tidak akan menunduk. Pezeshkian dengan tegas menyatakan tidak akan ada negosiasi tentang rudal balistik, ini adalah garis merah yang tidak bisa dinegosiasikan. Kedua, dimensi ekonomi: Pakistan tidak hanya menawarkan dukungan politik, tapi juga visi ekonomi yang konkret, menaikkan volume perdagangan dari $10 miliar menjadi $30 miliar. Ini adalah lompatan ambisius yang menunjukkan bahwa Pakistan melihat Iran bukan hanya sebagai sekutu politik, tetapi sebagai mitra ekonomi strategis. Dan yang paling menarik: Shehbaz Sharif menyebut hubungan kedua negara sebagai "persahabatan besi", frasa yang biasanya digunakan untuk menggambarkan hubungan Tiongkok-Pakistan. Ini menunjukkan bahwa Iran-Pakistan sedang bergerak menuju aliansi yang lebih dalam.(Sail)