Lieberman: 3 Faktor Iran Unggul di Swiss
-
Avigdor Lieberman
Pars Today – Avigdor Lieberman, salah satu tokoh ekstremis rezim Zionis, memaparkan 3 faktor keunggulan Iran dalam negosiasi Swiss.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Al Jazeera, Avigdor Lieberman, ketua partai Israel Yisrael Beiteinu dan mantan menteri Zionis, merujuk pada konsekuensi negosiasi antara Iran dan AS, mengklaim bahwa Iran, di bawah naungan negosiasi ini, akan menjadi negara nuklir, dan AS akan mengakui rudal balistiknya.
Radio dan televisi rezim Zionis mengutip Avigdor Lieberman menyatakan bahwa kesepakatan yang sedang terbentuk di Swiss antara Washington dan Teheran akan menjamin 3 hal.
Dalam menjelaskan ketiga hal ini, ia menambahkan bahwa di bawah naungan kesepahaman ini, Iran akan menjadi negara nuklir dan rudal balistik negara ini akan menerima pengakuan penuh dari AS.
Lieberman menegaskan bahwa negosiasi ini akan mengakibatkan kelanjutan pendanaan bagi kekuatan perlawanan regional.
Di sisi lain, Barak Ravid, jurnalis saluran 12 rezim Zionis, melaporkan bahwa Benjamin Netanyahu menunjukkan perilaku gugup dan histeris mengenai berkas Lebanon.
Berdasarkan laporan ini, kalangan politik dan keamanan rezim Zionis percaya bahwa kesepahaman baru tentang Lebanon, dibandingkan dengan mekanisme sebelumnya yang berlaku pada masa kepresidenan Joe Biden, tidak menguntungkan rezim Zionis.
Ravid menambahkan bahwa dalam mekanisme sebelumnya, militer Zionis memiliki kebebasan bertindak yang lebih besar, tetapi dalam kerangka baru, mereka hanya diizinkan untuk bertindak dalam apa yang disebut "garis kuning" terhadap target yang dianggap sebagai ancaman langsung.
Ia juga menunjuk bahwa komposisi negara-negara yang hadir dalam mekanisme baru telah berubah. Dalam kerangka sebelumnya, Prancis, AS, rezim Zionis, dan Lebanon berpartisipasi dalam proses ini, tetapi sekarang Iran, Qatar, Pakistan, Lebanon, dan AS hadir, dan Tel Aviv bukan anggota dari mekanisme ini.
Menurut Barak Ravid, di masa lalu, koordinasi dengan militer Lebanon dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan senjata Hizbullah, tetapi dalam kondisi saat ini, koordinasi ini lebih terfokus pada pencegahan konflik dan ketegangan langsung antara rezim Zionis dan Hizbullah. (MF)