Langkah Kecil, Harapan Besar: Iran dan AS Setujui "Peta Jalan 60 Hari" untuk Kesepakatan Final
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i191930-langkah_kecil_harapan_besar_iran_dan_as_setujui_peta_jalan_60_hari_untuk_kesepakatan_final
Pars Today - Dua negara Qatar dan Pakistan, selaku mediator dalam negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Swis, merujuk pada pembahasan dan kesepakatan yang dicapai pada putaran negosiasi ini dalam sebuah pernyataan bersama.
(last modified 2026-06-22T19:04:36+00:00 )
Jun 23, 2026 01:45 Asia/Jakarta
  • Nota Kesepahaman Iran-AS
    Nota Kesepahaman Iran-AS

Pars Today - Dua negara Qatar dan Pakistan, selaku mediator dalam negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Swis, merujuk pada pembahasan dan kesepakatan yang dicapai pada putaran negosiasi ini dalam sebuah pernyataan bersama.

Teks pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:

"Putaran pertama dialog tingkat tinggi dalam kerangka 'Nota Kesepahaman Islamabad', dengan partisipasi perwakilan Republik Islam Iran, Amerika Serikat, dan dua pihak mediator, yaitu Pemerintah Qatar dan Republik Islam Pakistan, telah berakhir di Burgenstock, Swis.

Hari pertama pertemuan di Danau Lucerne berlangsung dalam suasana yang positif dan konstruktif. Kemajuan yang menggembirakan telah dicapai, termasuk di antaranya adalah pembentukan mekanisme untuk melanjutkan dialog teknis.

Berdasarkan nota kesepahaman, para pihak menyetujui pembentukan sebuah 'Komite Tingkat Tinggi' yang akan bertanggung jawab atas pengawasan politik terhadap proses mediasi. Para perunding senior akan melapor secara berkala kepada Komite Tingkat Tinggi dan akan memimpin kelompok kerja yang berfokus pada isu-isu nuklir, sanksi, serta kelompok kerja pengawasan dan penyelesaian sengketa untuk memastikan implementasi nota kesepahaman yang efektif, serta menangani isu-isu lainnya.

Komite Tingkat Tinggi telah mencapai kesepakatan tentang sebuah peta jalan untuk mencapai kesepakatan final dalam waktu 60 hari; hal ini membuka jalan bagi dimulainya dialog teknis lebih lanjut secara langsung. Selain itu, untuk periode waktu yang disebutkan dalam Pasal 5 nota kesepahaman, sebuah saluran komunikasi telah dibuat di antara para pihak untuk mencegah terjadinya insiden dan kesalahpahaman, serta untuk memastikan lalu lintas kapal-kapal dagang yang aman melalui Selat Hormuz.

Lebih lanjut, para pihak juga telah menyetujui pembentukan sebuah 'Unit Kontrol Konflik' di antara mereka dan Republik Lebanon, dengan fasilitasi dari para mediator, untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai dengan ketentuan nota kesepahaman. Dialog teknis mengenai semua isu akan berlanjut hingga akhir pekan di kompleks Burgenstock.

Pihak-pihak mediator akan terus melakukan upaya maksimal mereka untuk memastikan bahwa negosiasi berlangsung dalam suasana yang konstruktif dan tujuan untuk mencapai kesepakatan final dapat terwujud.

Pemerintah Qatar dan Republik Islam Pakistan menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen berkelanjutan mereka terhadap diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai. Pihak mediator juga berterima kasih kepada mitra dan sekutu atas dukungan berkelanjutan dan partisipasi berharga mereka dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung."

Pernyataan bersama ini mengonfirmasi bahwa negosiasi telah berpindah dari "kata-kata" ke "struktur". Beberapa poin penting yang bisa kita petik:

"Peta Jalan 60 Hari": Ini adalah pengakuan resmi bahwa kedua belah pihak masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan isu-isu yang paling rumit, terutama soal nuklir dan sanksi. Namun, mereka setuju untuk tidak membiarkan proses ini berlarut-larut tanpa batas.

"Unit Kontrol Konflik": Pembentukan unit khusus untuk Lebanon adalah bukti bahwa Israel adalah pusat dari semua kekhawatiran. Iran dan AS ingin memastikan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata di Lebanon dapat segera diatasi dan tidak memicu perang yang lebih besar. Ini adalah "jaring pengaman" bagi kedua belah pihak.

Garis Komunikasi untuk Hormuz: Saluran komunikasi baru ini dirancang untuk menghindari "kesalahpahaman" yang bisa memicu insiden di Selat Hormuz. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak sama-sama ingin menjaga stabilitas ekonomi global, setidaknya untuk 60 hari ke depan.(Sail)