"Kami Tidak Peduli Ancaman AS": Ghalibaf Balas Trump di Tengah Negosiasi Jenewa
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191894-kami_tidak_peduli_ancaman_as_ghalibaf_balas_trump_di_tengah_negosiasi_jenewa
Pars Today - Mohammad Baqer Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Republik Islam Iran, menanggapi ancaman terbaru Donald Trump, Presiden AS, terhadap Iran, dan mengatakan, "Kami tidak menganggap ancaman-ancaman AS berarti. Kami siap merespons."
(last modified 2026-06-22T05:38:18+00:00 )
Jun 22, 2026 16:28 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Iran dengan AS
    Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Iran dengan AS

Pars Today - Mohammad Baqer Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Republik Islam Iran, menanggapi ancaman terbaru Donald Trump, Presiden AS, terhadap Iran, dan mengatakan, "Kami tidak menganggap ancaman-ancaman AS berarti. Kami siap merespons."

Melansir IRNA, 21 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Tim Perunding Iran dengan AS di Swis, pada hari Minggu (21/6) mengatakan, "Apakah mereka tidak berpikir sendiri bahwa jika ancaman mereka membuahkan hasil, mereka tidak akan berada dalam keputusasaan seperti hari ini? Kami tidak menganggap ancaman-ancaman AS berarti."

Ketua Majelis Syura Islam Iran menegaskan, "Lebih baik mereka berhati-hati dengan pernyataan-pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap untuk menanggapi dengan cara lain. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak."

Reaksi ini muncul ketika negosiasi empat pihak antara Iran dan AS, dengan mediasi Pakistan dan Qatar, pada hari Minggu (21/6) telah memasuki masa reses untuk konsultasi internal setelah sekitar 80 menit pembicaraan. Namun, penerbitan pesan ancaman dari Donald Trump di tengah jeda ini, direspons dengan tegas oleh kepala tim perunding Republik Islam Iran.

"Jika Ancaman Berguna, Mereka Tidak Akan Berada di Sini": Logika Ghalibaf yang Sederhana Tapi Mematikan

Pernyataan Ghalibaf ini adalah kritik yang sangat cerdas. Dengan mengatakan, "Jika ancaman mereka membuahkan hasil, mereka tidak akan berada dalam keputusasaan seperti hari ini," ia secara implisit menunjukkan bahwa AS telah kehabisan pilihan, mereka menggunakan ancaman karena mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui diplomasi atau kekuatan.

Waktu ancaman Trump, di tengah jeda negosiasi, sangat menarik. Ini bisa dibaca sebagai:

Upaya untuk menekan Iran agar memberikan konsesi di menit-menit akhir.

Tanda keputusasaan, Trump tidak bisa menahan diri untuk tidak mengancam, meskipun itu bisa merusak suasana negosiasi.

Ghalibaf memilih untuk membaca yang kedua: bahwa ancaman itu adalah tanda kelemahan, bukan kekuatan.(Sail)