Diplomasi Parlemen Iran: Inisiatif Konsolidasi Umat Islam untuk Pilih Pemimpin IPU Disetujui
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191958-diplomasi_parlemen_iran_inisiatif_konsolidasi_umat_islam_untuk_pilih_pemimpin_ipu_disetujui
Pars Today - Usulan Republik Islam Iran untuk memperkuat kohesi dalam proses pemilihan presiden baru Uni Antar-Parlemen Dunia (IPU) telah disetujui dalam pertemuan Komite Eksekutif PUIC (Uni Parlemen Negara-negara Anggota OKI).
(last modified 2026-06-23T05:40:19+00:00 )
Jun 23, 2026 12:39 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Komite Eksekutif Konferensi ke-20 PUIC
    Pertemuan Komite Eksekutif Konferensi ke-20 PUIC

Pars Today - Usulan Republik Islam Iran untuk memperkuat kohesi dalam proses pemilihan presiden baru Uni Antar-Parlemen Dunia (IPU) telah disetujui dalam pertemuan Komite Eksekutif PUIC (Uni Parlemen Negara-negara Anggota OKI).

Melansir IRNA, 23 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa pertemuan Komite Eksekutif Konferensi ke-20 PUIC dihadiri oleh perwakilan parlemen dari Iran, Turki, Azerbaijan, Oman, Uganda, Nigeria, Tunisia, Senegal, Arab Saudi, Malaysia, Indonesia, Chad, Mauritania, dan Pantai Gading.

Para perwakilan Iran, dengan menekankan pentingnya menjaga persatuan, konvergensi, dan kohesi di antara negara-negara anggota, mengajukan usulan Republik Islam Iran yang bertujuan untuk menciptakan sinergi dan memperkuat konsensus untuk memilih presiden baru IPU dari kalangan negara-negara Islam.

Usulan ini, yang diajukan terkait pencalonan Oman dan Azerbaijan, bertujuan untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan, mencegah potensi perselisihan, dan memperkuat pendekatan konsensus dalam pengelolaan lembaga-lembaga antar-parlemen global. Usulan ini disambut baik oleh anggota Komite Eksekutif dan disetujui.

Anggota yang hadir dalam pertemuan tersebut menilai pendekatan Republik Islam Iran sebagai upaya untuk memperkuat persatuan dunia Islam, memajukan kerja sama parlemen, dan meningkatkan efisiensi PUIC. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kohesi di antara negara-negara Islam dalam proses pemilihan Sekretaris Jenderal IPU yang baru

Persetujuan atas usulan ini menunjukkan peran aktif dan berpengaruh Republik Islam Iran dalam diplomasi parlemen dunia Islam dan upayanya untuk memperkuat mekanisme pembangunan konsensus di lembaga-lembaga internasional dan global, serta menyelesaikan perselisihan di antara negara-negara Islam. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas di antara negara-negara Islam dan meningkatkan kapasitas PUIC dalam mengejar tujuan dan prioritas bersama dunia Islam.

Dari Medan Perang ke Panggung Diplomasi

Saat dunia menyoroti negosiasi nuklir dan militer di Jenewa, ada pergerakan yang lebih tenang namun sama pentingnya di Istanbul: Iran berhasil memainkan peran sebagai "penengah" di tubuh PUIC . Ini adalah pergeseran yang signifikan.

Poin Penting dari Inisiatif Ini:

Menghindari Perpecahan: Dengan mengusulkan kandidat dari Oman dan Azerbaijan (bukan memaksakan kandidat Iran sendiri), Iran menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan "konsensus" daripada "kemenangan" semata . Ini adalah strategi cerdas untuk membangun citra sebagai pemimpin yang adil.

Menjaga Blok Suara Islam: Di era di mana dunia terpolarisasi, menjaga agar suara negara-negara Islam tidak terpecah di forum global (IPU) adalah keuntungan strategis . Iran ingin memastikan bahwa blok Islam memiliki satu suara yang kuat.

"Soft Power" Iran: Ini adalah contoh lain dari "soft power" yang jarang disorot media. Iran tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga mampu memainkan politik internasional di jalur diplomatik.(Sail)