Iran Tuntut Keadilan Ditegakkan terhadap Pelaku Serangan Sekolah Minab
-
Wakil tetap Iran di PBB, Saeed Iravani
Pars Today - Duta Besar Iran untuk PBB, dalam pertemuan Dewan Keamanan, seraya mengutuk "kejahatan mengerikan" di Sekolah Minab, Iran selatan, menuntut pertanggungjawaban penuh dari semua pelaku, perancang, dan komandannya.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, pada hari Rabu (24/6) dalam pertemuan tahunan Dewan Keamanan PBB dengan topik "Anak-anak dan Konflik Bersenjata," yang diselenggarakan untuk mengkaji laporan Sekretaris Jenderal tahun 2025, mengatakan: "Laporan Sekretaris Jenderal PBB tidak cukup mencerminkan konsekuensi kemanusiaan yang membawa bencana akibat perang agresif 12 hari rezim Israel terhadap Iran pada Juni 2025, terutama dampaknya terhadap anak-anak, sementara selama agresi (12 hari) ini, 47 anak Iran gugur syahid."
Duta Besar Republik Islam Iran untuk PBB menegaskan: "Kami tidak dapat membahas perlindungan anak-anak tanpa membahas salah satu kejahatan perang terbesar yang dilakukan terhadap anak-anak Iran oleh AS dan rezim Israel."
Iravani menegaskan: "AS dan rezim Israel, selama tindakan agresif terbaru mereka terhadap Iran, secara sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil. Selama agresi ini, sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya, bersama dengan target-target sipil lainnya, terkena hantaman, dihancurkan, atau rusak parah." "Dalam serangan ini, 220 anak, termasuk 17 anak di bawah lima tahun, gugur sebagai syahid."
Ia mengatakan: "Kejahatan paling mengerikan terjadi di Sekolah Dasar Minab, Provinsi Hormozgan. Pada jam pelajaran, ketika 264 siswa hadir di ruang kelas, sekolah ini dua kali menjadi sasaran rudal-rudal AS. Serangan ini mengakibatkan gugurnya 168 siswa laki-laki dan perempuan berusia 7 hingga 12 tahun, serta para guru dan orang tua mereka, dan melukai lebih dari 96 orang lainnya." "Banyak korban terjebak di bawah reruntuhan selama berjam-jam, dan beberapa jenazah sangat rusak sehingga tidak dapat dikenali."
Iravani mengatakan: "Iran dengan tegas mengutuk kejahatan perang yang mengerikan ini, dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari semua pelaku, perancang, dan komandan."
Ia menegaskan: "Kenangan dan ingatan anak-anak Minab menuntut keadilan, pertanggungjawaban, dan tindakan, bukan keheningan. Perlindungan anak-anak tidak boleh selektif. Hukum internasional harus diterapkan secara setara untuk semua." (MF)