"Terima Kasih, Meksiko!": Iran Ucapkan Selamat Tinggal Piala Dunia, Puji Keramahan Tijuana
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192214-terima_kasih_meksiko!_iran_ucapkan_selamat_tinggal_piala_dunia_puji_keramahan_tijuana
Pars Today - Abolfazl Pasandideh, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Meksiko, mengucapkan terima kasih atas keramahan rakyat Meksiko selama Piala Dunia 2026.
(last modified 2026-06-28T09:19:20+00:00 )
Jun 28, 2026 15:55 Asia/Jakarta
  • Tim Melli Sepak Bola Iran
    Tim Melli Sepak Bola Iran

Pars Today - Abolfazl Pasandideh, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Meksiko, mengucapkan terima kasih atas keramahan rakyat Meksiko selama Piala Dunia 2026.

Melansir Mehr, 28 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Hedayatollah Mombini, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, dan Abolfazl Pasandideh, Duta Besar Iran untuk Meksiko, mengapresiasi penyelenggaraan kota Tijuana dan sambutan hangat serta keramahan Meksiko selama Piala Dunia. Pasandideh mengatakan, "Tim nasional sepak bola Iran meninggalkan tempat ini dengan kenangan indah berkat keramahan dan kebaikan rakyat Meksiko selama Piala Dunia 2026. Kebaikan kalian, rakyat Meksiko, tak akan terlupakan."

Setelah fase grup Piala Dunia 2026 berakhir, kepastian tersingkirnya tim nasional sepak bola Iran dari turnamen ini pun tiba. Anak asuh Amir Ghalenoei mengakhiri perjalanan mereka di posisi ketiga Grup G dengan tiga hasil imbang dan tiga poin.

Tersingkirnya Iran terjadi di tengah kondisi yang sulit dan penuh tekanan sejak awal hingga akhir Piala Dunia.

Sepanjang kompetisi, staf pelatih dan para pemain Iran berulang kali mengeluhkan berbagai masalah, termasuk pembatasan perjalanan, penolakan visa untuk beberapa anggota staf pendukung, dan keharusan untuk segera meninggalkan wilayah AS setelah setiap pertandingan.

Meskipun perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekecewaan, ada satu hal yang tetap menjadi kenangan indah: keramahan rakyat Meksiko. Di tengah perlakuan dingin dari tuan rumah (AS), Meksiko menjadi tempat berlindung yang hangat bagi tim Melli.

Dari Tijuana ke Los Angeles: Sebuah Perjalanan yang Penuh Tantangan

Tim Melli harus menjalani turnamen dengan kondisi yang sangat tidak ideal:

Basecamp di Tijuana, Meksiko—bukan di AS seperti tim lain.

Perjalanan bolak-balik ke AS untuk setiap pertandingan.

Penolakan visa untuk staf pendukung.

Waktu persiapan yang sangat terbatas.

Keramahan Meksiko sebagai Kontras yang Tajam

Sikap AS yang dingin dan penuh pembatasan sangat kontras dengan keramahan Meksiko. Hal ini mungkin akan menjadi kenangan yang lebih abadi bagi para pemain dan staf Iran daripada hasil pertandingan itu sendiri. Momen ini mengingatkan kita bahwa hubungan antarmanusia dan kebaikan sering kali melampaui batas-batas politik yang kaku.(Sail)