Araghchi: Kami Akan Bertindak Tegas terhadap Pelanggaran Janji AS dan Rezim Zionis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192250-araghchi_kami_akan_bertindak_tegas_terhadap_pelanggaran_janji_as_dan_rezim_zionis
Pars Today – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menegaskan: "Iran akan bertindak tegas terhadap pelanggaran janji pihak lawan."
(last modified 2026-06-29T06:38:57+00:00 )
Jun 29, 2026 13:30 Asia/Jakarta
  • Araghchi dan presiden Irak
    Araghchi dan presiden Irak

Pars Today – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menegaskan: "Iran akan bertindak tegas terhadap pelanggaran janji pihak lawan."

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, dalam kelanjutan konsultasinya dengan pejabat tinggi pemerintah Irak, Minggu (28/6), bertemu dan berdialog dengan Nizar Amidi, Presiden Irak.

 

Menteri Luar Negeri Iran dalam pertemuan ini, seraya menyampaikan salam hangat Pemimpin Besar Revolusi dan Presiden Pezeshkian kepada Presiden Irak, mengucapkan selamat atas pembentukan pemerintahan baru Irak kepada Presiden Amidi, dan menegaskan tekad Republik Islam Iran untuk memperkuat kerja sama dengan Irak di semua bidang.

 

Dalam pertemuan ini, kedua pihak, seraya mengkaji hubungan bilateral Iran-Irak di berbagai bidang politik, ekonomi, keamanan, dan kemasyarakatan, berkonsultasi tentang cara-cara pengembangan hubungan.

 

Dalam pertemuan ini juga dipertukarkan pandangan tentang situasi keamanan kawasan dan konsekuensi dari agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap Iran, termasuk ketidakamanan yang dipaksakan di Selat Hormuz.

 

Araghchi, merujuk pada ketentuan Nota Kesepahaman Pengakhiran Perang yang dipaksakan, menilai pelanggaran beberapa ketentuan kesepahaman ini oleh AS dan rezim Zionis, terutama pasal pertamanya, sebagai hambatan serius bagi pemulihan keamanan dan stabilitas di kawasan, dan menegaskan: "Republik Islam Iran, berdasarkan prinsip 'komitmen demi komitmen,' dengan itikad baik menindaklanjuti implementasi ketentuan kesepahaman, tetapi terhadap pelanggaran janji pihak lawan juga akan bertindak tegas."

 

Presiden Irak, dengan menekankan kelanjutan sikap prinsipil rakyat dan pemerintah Irak dalam mendukung rakyat Iran terhadap agresi asing, menegaskan: "Dalam situasi saat ini, negara-negara kawasan harus memiliki sinergi yang lebih besar sehingga perdamaian dan stabilitas dapat terwujud di seluruh kawasan Asia Barat."

 

Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri Iran berterima kasih atas perhatian pemerintah dan rakyat Irak terhadap penyelenggaraan yang layak bagi jutaan peziarah Iran ke tempat-tempat suci. Ia juga menilai penyelenggaraan upacara tasyi' Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Irak sebagai kesempatan langka untuk memperdalam empati dan persahabatan antara dua bangsa Iran dan Irak, dan berterima kasih atas pengaturan berharga pemerintah Irak dalam hal ini.

 

Araghchi dalam Pertemuan dengan Ketua Parlemen Irak: Keamanan Berkelanjutan di Asia Barat Membutuhkan Keamanan Kolektif

 

Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri, juga dalam kelanjutan pertemuannya kemarin sore, bertemu dan berdialog dengan Haibat al-Halbousi, Ketua Parlemen Irak.

 

Menteri Luar Negeri Iran dalam pertemuan ini, seraya mendoakan kesuksesan bagi pemerintahan baru Irak, menekankan kesiapan Republik Islam Iran untuk memperluas hubungan bilateral, termasuk di bidang diplomasi parlementer dan interaksi antara parlemen kedua negara, serta memperkuat koordinasi untuk memajukan perdamaian dan stabilitas regional.

 

Araghchi juga, seraya menjelaskan posisi Iran mengenai perkembangan keamanan kawasan, menilai terwujudnya perdamaian dan keamanan di Asia Barat membutuhkan pendekatan baru berdasarkan pengalaman satu tahun terakhir, dan menyatakan harapannya bahwa negara-negara kawasan akan berupaya untuk membentuk keamanan kolektif atas dasar kepercayaan dan kerja sama satu sama lain.

 

Dalam pertemuan ini, kedua pihak, seraya meninjau proses hubungan bilateral Republik Islam Iran dan Republik Irak yang terus berkembang, bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional terkini, termasuk kesepakatan terbaru antara Republik Islam Iran dan AS yang mengarah pada pengakhiran perang. (MF)