Ketua Parlemen Iran Tekankan Penguatan Hubungan Strategis dengan Tiongkok
Ketua Majelis Syura Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan pentingnya memperkuat hubungan strategis, politik, dan kerja sama parlemen antara Teheran dan Beijing.
Mengutip IRNA, Ghalibaf menyampaikan hal tersebut saat bertemu Wakil Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, He Wei, pada Jumat (3/7). Dalam pertemuan itu, ia mengatakan bahwa perkembangan situasi kawasan pascaperang dan dinamika baru di kawasan membuat koordinasi yang lebih erat antara Iran dan Tiongkok menjadi semakin penting.
Ghalibaf juga menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan adanya campur tangan Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Pada pertemuan terpisah di hari yang sama dengan Ketua Dewan Perwakilan Belarus, Igor Sergeyenko, Ghalibaf menyampaikan apresiasi atas sikap Belarus yang mendukung Republik Islam Iran dalam menghadapi serangan Israel dan Amerika Serikat.
Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel tidak berhasil mencapai tujuan mereka dalam perang yang disebut sebagai "Perang Ramadan". Ia menambahkan bahwa kini semakin banyak pihak yang menyimpulkan bahwa tindakan militer terhadap Iran telah mengalami kegagalan.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Irak, Mohammed al-Halbousi, yang datang ke Teheran untuk menghadiri prosesi pemakaman pemimpin Revolusi Islam yang syahid, Ghalibaf menegaskan kuatnya hubungan antara rakyat Iran dan Irak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Irak atas dukungan mereka selama konflik terakhir. Menurut Ghalibaf, kerja sama di bidang keamanan, ekonomi, dan transportasi antara Teheran dan Baghdad akan menjadi landasan bagi penguatan stabilitas keamanan serta pembangunan kawasan.
Selain itu, Ghalibaf bertemu dengan Gurbanguly Berdimuhamedow, Pemimpin Nasional Rakyat Turkmenistan sekaligus Ketua Dewan Rakyat Turkmenistan. Dalam pertemuan tersebut, ia mengapresiasi kehadiran delegasi Turkmenistan pada prosesi pemakaman pemimpin Revolusi Islam yang dsyahid.
Ghalibaf juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama ekonomi, transportasi, energi, dan pengelolaan perbatasan antara Iran dan Turkmenistan, mengurangi hambatan birokrasi, serta memperkuat hubungan strategis antara Teheran dan Ashgabat.