Pezeshkian: Berkat Darah Pemimpin Syahid, Bangsa Iran Kini Semakin Bersatu dan Solid
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192488-pezeshkian_berkat_darah_pemimpin_syahid_bangsa_iran_kini_semakin_bersatu_dan_solid
Presiden Iran berterima kasih atas simpati dan dukungan pemerintah serta rakyat Tajikistan, dan dengan menekankan ikatan sejarah, budaya, dan bahasa yang mendalam antara kedua negara, menyerukan perluasan kerja sama menyeluruh antara Teheran dan Dushanbe.
(last modified 2026-07-04T04:46:19+00:00 )
Jul 04, 2026 11:42 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian: Berkat Darah Pemimpin Syahid, Bangsa Iran Kini Semakin Bersatu dan Solid

Presiden Iran berterima kasih atas simpati dan dukungan pemerintah serta rakyat Tajikistan, dan dengan menekankan ikatan sejarah, budaya, dan bahasa yang mendalam antara kedua negara, menyerukan perluasan kerja sama menyeluruh antara Teheran dan Dushanbe.

Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, menerima kunjungan Emomali Rahmon, Presiden Tajikistan, beserta delegasinya yang datang ke Teheran untuk menghadiri upacara pemakaman dan peringatan bagi Pemimpin Syahid Revolusi Islam.

Pezeshkian menyatakan bahwa Iran dan Tajikistan tidak hanya merupakan dua negara sahabat dan bertetangga, tetapi juga dua bangsa yang memiliki akar budaya dan identitas yang sama. Karena itu, menurutnya, Iran adalah rumah kedua bagi rakyat Tajikistan, dan Tajikistan merupakan tanah air kedua bagi rakyat Iran.

Presiden Iran juga menyinggung serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Menurutnya, dalam serangan itu, Pemimpin Syahid Revolusi Islam, sejumlah komandan, ilmuwan, pejabat, warga sipil, termasuk para pelajar, gugur, sementara sebagian infrastruktur negara juga menjadi sasaran. Ia menambahkan bahwa semua itu terjadi ketika Iran, menurutnya, sedang berupaya menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog dan diplomasi.

Pezeshkian juga mengkritik kebijakan rezim Zionis di kawasan dan menyatakan bahwa rezim tersebut sejak awal menjadi salah satu faktor utama ketidakamanan dan ketegangan regional, sembari berusaha menggambarkan pihak lain sebagai penyebab instabilitas.

Ia menambahkan bahwa pihak-pihak yang merancang serangan terhadap Iran mengira negara itu akan melemah setelah gugurnya pemimpin revolusi. Namun, menurutnya, hasil yang terjadi justru sebaliknya, yakni meningkatnya persatuan, solidaritas, dan kohesi nasional rakyat Iran, yang ditunjukkan melalui dukungan luas masyarakat terhadap negara dan sistem pemerintahan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon menyambut baik perkembangan hubungan bilateral. Ia mengatakan bahwa kerja sama Iran dan Tajikistan dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang di berbagai bidang, sementara nilai perdagangan kedua negara dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Namun demikian, menurutnya, potensi kerja sama yang dimiliki masih jauh lebih besar daripada tingkat hubungan saat ini.

Rahmon juga menyatakan kesiapan Tajikistan untuk memperluas kerja sama di bidang investasi, pertanian, industri, pembangunan jalan, transportasi, serta sektor-sektor ekonomi lainnya. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan penuh seluruh perjanjian dan nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.

Mengenai serangan terhadap Iran, Rahmon menyatakan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip dan norma internasional yang diakui. Ia mengatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan di Iran siang dan malam dengan penuh keprihatinan. Menurutnya, Tajikistan memandang rakyat Iran sebagai satu bangsa dan satu keluarga, sehingga serangan itu dirasakan bukan hanya ditujukan kepada Iran, tetapi juga kepada mereka.

Rahmon juga menyebut bahwa dalam pembicaraannya dengan para pejabat Amerika Serikat, ia berulang kali menegaskan bahwa ancaman, tekanan, dan perang tidak akan pernah mampu memaksa bangsa Iran untuk mundur. Ia menggambarkan bangsa Iran sebagai bangsa yang memiliki peradaban besar, akar sejarah yang kuat, dan telah berhasil melewati berbagai krisis yang jauh lebih berat sepanjang sejarah.

Presiden Tajikistan selanjutnya menilai bahwa Republik Islam Iran memiliki peran penting dan menentukan dalam menjaga stabilitas serta keamanan kawasan. Menurutnya, negara-negara di kawasan memahami posisi Iran dalam menjaga perdamaian, keamanan, dan keseimbangan regional, dan perkembangan terbaru kembali menunjukkan pentingnya peran tersebut.

Di akhir pernyataannya, Rahmon menyebut persatuan, solidaritas nasional, dan kebersamaan rakyat Iran sebagai aset terbesar negara itu. Ia mengatakan bahwa apa yang ditunjukkan rakyat Iran pada masa-masa sulit membuktikan bahwa kekuatan sejati suatu negara tidak hanya terletak pada kemampuan militernya, tetapi juga pada persatuan nasional, keyakinan bersama, dan ikatan mendalam rakyat dengan masa depan negaranya. Ia menegaskan bahwa Tajikistan telah berdiri di sisi Republik Islam Iran pada masa-masa sulit dan akan terus memberikan dukungan tersebut di masa mendatang.