Jenderal Mousavi: Pukulan Keras dan Tak Terduga terhadap Musuh Tidak akan Berakhir
Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa personelnya akan menyalurkan kemarahan rakyat Iran kepada musuh.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Islam (IRGC), mengeluarkan sebuah pesan menjelang upacara penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi.
Dalam pesannya disebutkan:
"Kini, dengan hati yang dipenuhi duka dan kesedihan, saat kami mengantarkan pemimpin syahid kami menuju tempat peristirahatan abadinya, kami berikrar kepada Tuhannya bahwa kami tidak akan berhenti sedikit pun hingga tujuan-tujuan luhur yang beliau tetapkan bagi masyarakat Islam selama masa kepemimpinannya terwujud."
Ia menambahkan bahwa garis perjuangan mereka akan tetap mengikuti arahan Pemimpin Revolusi, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, dan bahwa setiap anggota bangsa yang gugur akibat tindakan musuh merupakan perkara tersendiri dalam apa yang disebutnya sebagai "berkas pembalasan".
Mousavi juga menyatakan:
"Pukulan-pukulan keras dan tak terduga yang telah diterima musuh belum akan berakhir, karena perjuangan antara kebenaran dan kebatilan tidak memiliki akhir dan tidak akan pernah berakhir."
Ia menutup pesannya dengan mengatakan:
"Kepada bangsa Iran yang mulia saya sampaikan, para prajurit yang siap mengorbankan jiwa di Pasukan Dirgantara atas nama kalian, akan menghujani musuh dengan gelombang kemarahan kalian, dan akan terus melakukannya."