Pezeshkian: Massa di Pemakaman Syahid, Ikrar Teguh untuk Merdeka dan Adil
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192930-pezeshkian_massa_di_pemakaman_syahid_ikrar_teguh_untuk_merdeka_dan_adil
Pars Today - Presiden Iran dalam sebuah pesan kepada bangsa besar Iran, bangsa-bangsa Islam, dan orang-orang merdeka di dunia, mengapresiasi kehadiran megah dan massal rakyat dalam upacara-upacara perpisahan, pemakaman, dan penguburan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dan menilai kehadiran bersejarah ini sebagai manifestasi abadi dari kesetiaan bangsa Iran, solidaritas nasional, dan persatuan umat Islam.
(last modified 2026-07-10T13:58:52+00:00 )
Jul 10, 2026 20:56 Asia/Jakarta
  • Masoud Pezeshkian
    Masoud Pezeshkian

Pars Today - Presiden Iran dalam sebuah pesan kepada bangsa besar Iran, bangsa-bangsa Islam, dan orang-orang merdeka di dunia, mengapresiasi kehadiran megah dan massal rakyat dalam upacara-upacara perpisahan, pemakaman, dan penguburan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, dan menilai kehadiran bersejarah ini sebagai manifestasi abadi dari kesetiaan bangsa Iran, solidaritas nasional, dan persatuan umat Islam.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Masoud Pezeshkian dalam pesan ini, menggambarkan kehadiran penuh semangat rakyat Iran di Tehran, Qom, kota suci Mashhad, Najaf al-Ashraf, dan Karbala al-Mu'alla sebagai manifestasi langka dari kesetiaan, solidaritas, dan hubungan mendalam bangsa dengan cita-cita Revolusi Islam, dan menekankan bahwa kehadiran besar ini bukan sekadar pengantaran jenazah seorang pemimpin, melainkan pembaruan ikrar bangsa Iran dengan jalan kehormatan, kemerdekaan, keadilan, dan kemajuan.

 

Presiden Iran, dengan merujuk pada peran serta berbagai lapisan masyarakat, para marja' dan ulama, pasukan-pasukan pelayanan, media, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan upacara bersejarah ini, mengapresiasi solidaritas dan kebersamaan luas di tingkat domestik dan internasional dalam memperingati Pemimpin Syahid, dan menekankan pentingnya menjaga modal besar persatuan dan kohesi nasional.

 

Pezeshkian juga, dengan memberikan apresiasi khusus kepada pemerintah, bangsa, dan pejabat negara sahabat dan bersaudara Irak, para syekh dan kepala suku, pengelola tempat-tempat suci, para pengelola perkumpulan Husaini, para pelayan tempat-tempat suci, dan semua pihak yang terlibat yang dengan memobilisasi semua kapasitas dan sumber daya negara mereka, telah menyediakan landasan bagi penyelenggaraan megah upacara-upacara perpisahan dan pemakaman di Najaf al-Ashraf dan Karbala al-Mu'alla, menggambarkan kebersamaan ini sebagai manifestasi cemerlang dari hubungan persaudaraan dan strategis Iran dan Irak serta simbol solidaritas umat Islam.

 

Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Komandan Garda Revolusi pada masa Perang Suci 8 tahun, juga dalam sebuah pesan kepada rakyat dan pemerintah Irak menulis: "Penyambutan yang layak dan megah terhadap jenazah suci Pemimpin Syahid Umat, yang menunjukkan keagungan dan kebijaksanaan bangsa Irak, sekali lagi memperlihatkan kedalaman ikatan persaudaraan dan iman antara dua negara tetangga. Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Perdana Menteri Irak yang terhormat, pemerintah, para ulama dan marja', suku-suku dan komunitas, pasukan keamanan, dan seluruh rakyat Irak yang mulia."

 

Sementara itu, Ayatullah Sadeq Amoli Larijani, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Pemerintah Iran, dalam sebuah pesan dengan mengapresiasi kehadiran heroik dan tak tertandingi jutaan orang dari rakyat Iran yang mulia, Irak, dan orang-orang merdeka di dunia dalam upacara pemakaman jenazah suci Pemimpin Syahid, mengajak semua orang untuk menjaga persatuan langka ini dan melanjutkan jalan penuh kehormatan para syuhada. (MF)