Pezeshkian: Komitmen Nyata, Prasyarat Perdamaian Abadi
-
Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan dan Masoud Pezeshkian, Presiden Iran
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan menegaskan bahwa saling menghormati dan komitmen praktis terhadap janji-janji adalah prasyarat bagi setiap kesepakatan yang berkelanjutan.
Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRIB, 11 Juli 2026, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, Jumat (10/7) malam dalam percakapan telepon dengan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, menyatakan bahwa menjaga proses-proses politik dan memantapkan perdamaian serta keamanan yang berkelanjutan di kawasan memerlukan komitmen semua pihak terhadap janji-janji dan penghindaran dari segala tindakan yang memicu ketegangan.
Kedua pihak juga menekankan perluasan kerja sama bilateral dan kelanjutan konsultasi politik untuk memperkuat stabilitas kawasan.
Presiden Iran dalam percakapan telepon ini menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi tingkat tinggi Pakistan dalam upacara pemakaman dan penghormatan kepada pemimpin syahid Revolusi Islam. Ia menggambarkan kehadiran itu sebagai tanda kokohnya hubungan strategis, ikatan sejarah, budaya, dan agama yang mendalam, serta solidaritas kedua bangsa.
Pezeshkian juga mengapresiasi sikap bertanggung jawab dan upaya pemerintah Pakistan dalam mendukung pengurangan ketegangan serta mendorong inisiatif-inisiatif politik di kawasan.
Presiden mengatakan bahwa di samping upaya-upaya politik untuk memantapkan gencatan senjata dan mencegah perluasan krisis, terbentuklah proses yang bersifat "dua jalur". Di satu sisi, rezim Zionis dan arus-arus yang mendukung kebijakan-kebijakan provokatif berupaya mengacaukan proses yang ada. Di sisi lain, pemerintah Amerika, dengan mengabaikan komitmennya, juga berusaha mengganggu jalannya proses dan menghalangi terciptanya ketenangan di kawasan.
Pezeshkian menyatakan bahwa saling menghormati dan komitmen praktis terhadap janji-janji adalah prasyarat bagi setiap kesepakatan yang berkelanjutan.
Presiden Iran, seraya meninjau kembali proses kerja sama ekonomi kedua negara, menekankan percepatan pelaksanaan kesepakatan-kesepakatan bersama dan pengaktifan peran perangkat-perangkat terkait di bidang perdagangan, pertanian, transportasi, industri, dan bidang-bidang kerja sama lainnya.
Perdana Menteri Pakistan juga menyatakan bahwa kehadiran delegasi tingkat tinggi negaranya dalam upacara pemakaman dan penghormatan kepada pemimpin syahid Revolusi Islam adalah sebuah kewajiban yang lahir dari hubungan persaudaraan kedua negara.
Shehbaz Sharif, dengan menyatakan keprihatinannya atas kemungkinan meningkatnya kembali ketegangan, menekankan perlunya kelanjutan upaya politik, pengendalian diri semua pihak, serta terciptanya landasan untuk memantapkan gencatan senjata dan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Perdana Menteri Pakistan, seraya menegaskan posisi Republik Islam Iran di kawasan, mengatakan bahwa kawasan saat ini lebih dari sebelumnya membutuhkan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama. Pakistan bertekad untuk melanjutkan konsultasi dan kerja samanya dengan Republik Islam Iran secara serius di jalur ini.
Kedua pihak di akhir percakapan ini menekankan kelanjutan konsultasi politik serta tindak lanjut pelaksanaan kesepakatan-kesepakatan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.(Sail)