Pemimpin Revolusi Islam: Kami Berjanji Akan Membalas Dendam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193002-pemimpin_revolusi_islam_kami_berjanji_akan_membalas_dendam
Pars Today - Yang Mulia Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, dalam sebuah pesan yang menyampaikan apresiasi tulus atas partisipasi puluhan juta rakyat Iran dan Irak dalam prosesi pemakaman "Tuan Syahid Iran".
(last modified 2026-07-11T11:40:14+00:00 )
Jul 11, 2026 19:39 Asia/Jakarta
  • Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran
    Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran

Pars Today - Yang Mulia Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, dalam sebuah pesan yang menyampaikan apresiasi tulus atas partisipasi puluhan juta rakyat Iran dan Irak dalam prosesi pemakaman "Tuan Syahid Iran".

Pemimpin Revolusi Islam Iran menegaskan kepada Imam Syahid Umat, "Kami berjanji akan membalas darah suci Anda dan semua syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tak punya malu. Balasan ini adalah tuntutan bangsa kami, dan pasti akan terwujud. Para penjahat ini, yang daftar nama mereka dari atas hingga bawah sudah ada, akan membawa mimpi mati tenang di atas ranjang ke liang lahat mereka."

Sebagaimana dilansir IRNA dari laman resmi Pemimpin Besar Revolusi, teks pesan Yang Mulia Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei yang diterbitkan hari Sabtu (11 Juli 2026) adalah sebagai berikut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

السَّلامُ‌ علیکَ یا ثاراللهِ وَ‌ ابنَ ثاره وَ الوِترَ المَوتور. السَّلامُ‌ علیکَ وَ علی جَدِّکَ وَ اَبیکَ وَ اُمِّکَ وَ اَخیکَ وَ المَعصومینَ مِن وُلدِک.

Keselamatan atasmu, wahai pembalas darah Allah dan putra pembalas darah-Nya, wahai yang teraniaya dan sendirian. Keselamatan atasmu, atas kakekmu, ayahmu, ibumu, saudaramu, dan keturunanmu yang suci.

Salam atas Imam yang seruan kebangkitannya yang memberi kehidupan, bergema sebagai gema besar dan bergelora dari kenabian hingga ke relung-relung terjauh sejarah, dan darinya lahirlah Revolusi Islam Iran. Revolusi yang pada dasarnya adalah Husaini, yang dibentuk dan tumbuh dengan semboyan dan jalan hidup Husain. Tuan Syahid Iran pun tumbuh dengan jalan hidup yang sama. Ia Husaini, ia berpikir secara Husaini, ia bergerak secara Hussaini, ia berjihad dan melawan secara Husaini, ia hidup secara Hussaini, dan ia mempersembahkan darahnya secara Husaini di jalan ajaran Husain, hingga mencapai kesyahidan. Di antara para pengikut Husain, ada orang-orang yang ketika darah mereka tertumpah secara zalim di jalan Husain dan untuk ajaran serta jalan hidup Husain, semoga keselamatan atasnya, umat Islam akan bergerak, dan pada saat itu, tempat itu terhubung dengan Karbala dan peristiwa itu terhubung dengan Asyura. Kini, semangat Husaini yang sama telah membangkitkan bangsa kami dan memberikan kilau baru bagi ajaran Khomeini Agung dan Khamenei yang Syahid. Inilah gegap-gempita pemberi kehidupan yang merupakan gema dari seruan kezaliman Husain, semoga keselamatan atasnya, dan seruan "Hal min nashirin yansuruni" (Adakah penolong yang akan menolongku?) yang berkumandang di Iran, lalu di Irak dan negara-negara lain, dan mengguncang kebatilan. Dan pada kesempatan ini, patutlah saya sampaikan apresiasi tulus atas partisipasi puluhan juta orang yang mencengangkan, mematahkan musuh, dan bersejarah di kota-kota dan desa-desa Iran dan Irak, khususnya Tehran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad.

Bangsa kami adalah penuntut balas darah Husain. Bangsa besar ini selama bertahun-tahun mengorbankan anak-anaknya di jalan Husain dan dalam perang melawan musuh-musuh Husain dan jalan hidup Husain. Dan kini, mereka pun menuntut balas darahnya serta darah para pengikut Husain di zaman ini.

Kini, aku sampaikan kepada pemimpin syahid kami: Wahai terbunuh yang terzalimi! Wahai terzalimi yang mulia! Wahai hamba Allah yang saleh! Kini, saat kami berpamitan dengan jasadmu dengan mata berkaca-kaca dan hati yang hancur, kami berjanji kepadamu bahwa kami akan menjaga ajaranmu, dan akan terus menempuh jalan lurus yang kau lukiskan dengan keteguhan, dan tidak akan takut pada kesulitan di jalan ini, dan sebagaimana dirimu, kami akan berpegang pada kabar gembira dan janji-janji Ilahi. Kami berjanji akan membalas darah suci mu dan semua syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tak punya malu. Balasan ini adalah tuntutan bangsa kami, dan pasti akan terwujud. Para penjahat ini, yang daftar nama mereka dari atas hingga bawah sudah ada, akan membawa mimpi mati tenang di atas ranjang ke liang lahat mereka. Mereka harus tahu bahwa hal ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya atau pejabat lainnya. Ada atau tidaknya kami, perkara ini akan terwujud, dan segera, sebagian dari orang-orang merdeka di seluruh dunia akan melaksanakan setiap bagian dari misi Ilahi ini.

Wahai ayah syahid umat, semoga kenikmatan meminum sari kesyahidan yang selama hidup kau dambakan, menjadi berkah bagimu. Semoga balutan jubah kesyahidan dengan tubuh yang memiliki tanda-tanda dari ibumu Zahra yang Suci, kakekmu Aba Abdillah al-Husain, dan pamanmu Abu al-Fadhl al-Abbas, semoga salawat atas mereka, menjadi berkah bagimu. Dan wahai para sahabatnya yang terzalimi yang diserang secara mendadak oleh musuh dan mencapai kesyahidan, berbahagialah kalian karena kini kalian adalah tamu dari junjungan yang mungkin telah berkali-kali merasakan kasih sayang dan kebaikannya. Dialah junjungan yang merupakan pintu rahmat Ilahi bagi semua, terutama bagi penduduk negeri ini. Kini, beliau adalah tuan rumah kalian, dan kedamaian di sisinya telah menjadi rumah kalian.

Dan wahai junjungan yang berkedudukan tinggi! Wahai yang mulia! Wahai Imam yang penyayang! Wahai Aba al-Hasan ar-Ridha al-Murtadha, semoga salawat terbaik Allah tercurah atasmu, kini, jasad yang tercabik-cabik dari seorang pelayan di antara para pelayanmu dan keturunan suci, setelah bertahun-tahun berjuang dan berjihad tanpa henti, bersama dengan jasad-jasad para syuhada dari keluarganya, yang masing-masing mengingatkan pada salah satu syuhada di dataran Karbala, beristirahat di tanah suci ini, hingga tiba hari ketika, atas perintah Ilahi, matahari yang menerangi seluruh alam, junjungan kita Baqiyatullah, semoga Allah menyegerakan kemunculannya yang mulia, keluar dari balik awan gaib dan menyinari umat manusia di muka bumi dengan cahaya rahmat Ilahi. Pada hari itu, yang kami harap akan segera tiba, bintang-bintang dari kalangan para siddiqin, syuhada, dan wali akan menemani beliau, dan kami berharap pemimpin syahid kita menjadi salah satu dari mereka, dan sekali lagi akan menampilkan pemandangan-pemandangan cemerlang dan murni dari perjuangan dan kesetiaan pada janji "Alastu" (Janji Pra-eksistensi), dan semoga para sahabatnya pun akan menemaninya pada hari itu.

Wahai junjungan kami yang penyayang! Kami menitipkan junjungan kami yang telah mencurahkan segala miliknya di jalanmu, serta para sahabat syahidnya, kepada kasih sayang dan perhatianmu, agar sebagaimana mereka telah merasakan karuniamu selama hidup di dunia, mulai sekarang pun mereka merasakannya, bahkan jauh lebih tinggi dan lebih besar lagi.

Pada akhirnya, sekali lagi kami sampaikan belasungkawa kepada junjungan kami Baqiyatullah, semoga Allah menyegerakan kemunculannya yang mulia, dan kami memohon kepada junjungan yang penuh kasih itu agar mendoakan Tuan Syahid Iran dan para sahabat syahidnya serta semua syuhada dengan doa-doanya yang suci. Dan kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung agar mengangkat derajat semua syuhada, memberikan kesabaran dan pahala kepada keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan kemenangan yang pasti dan segera bagi bangsa Iran yang terzalimi, insya Allah.

Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei

18 Tir 1405 HS (11 Juli 2026)