Pasca-Pemakaman, Pesan Pemimpin Baru Iran Kuasai Pemberitaan
-
Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
Pars Today - Pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, menyikapi berakhirnya upacara agung pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Iran dan Irak, memperoleh liputan luas di media-media regional.
Media-media Arab menggambarkan pesan ini sebagai tanda dimulainya fase baru dalam kepemimpinan Revolusi Islam, dan memfokuskan pemberitaan pada sejumlah poin utama, seperti penghormatan terhadap partisipasi bersejarah rakyat, keterkaitan Revolusi Islam dengan gerakan Asyura, keberlanjutan Front Perlawanan, dan penegasan atas tuntutan balas darah para syuhada dalam perang-perang terkini.
Sebagaimana dilaporkan IRNA pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, media-media Arab terkemuka di Lebanon, Irak, Yaman, Palestina, Qatar, dan Arab Saudi secara luas memberitakan pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, yang diterbitkan menyikapi upacara agung pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Iran dan Irak. Masing-masing media menyoroti pokok-pokok terpenting dalam pesan tersebut dari sudut pandang yang berbeda.
Jaringan Lebanon Al-Manar, Al-Mayadeen, dan situs berita Al-Ahd memuat teks lengkap pesan tersebut dan menulis bahwa dalam pesan ini, Pemimpin Revolusi Islam, dengan menyampaikan salam kepada Aba Abdillah al-Husain (as), menyebut gerakan Asyura sebagai sumber kehidupan umat Islam dan Revolusi Islam Iran. Beliau menegaskan bahwa Revolusi Islam sejak awal adalah revolusi yang Husaini, yang terbentuk berdasarkan semboyan dan ajaran madzhab Imam Husain (as).
Menurut laporan media-media tersebut, Pemimpin Revolusi Islam dalam pesannya menyatakan dengan tegas bahwa setiap kali darah zalim para pejuang di jalan Imam Husain (as) tertumpah di bumi, umat Islam akan terbangun, dan waktu serta tempat akan terhubung dengan Asyura dan Karbala. Apa yang terjadi hari ini di Iran dan Irak adalah manifestasi baru dari epik Husaini yang sama, yang memberikan kehidupan baru kepada bangsa dan menampilkan ajaran Imam Khomeini (ra) serta Pemimpin Syahid Revolusi dengan wajah baru di hadapan dunia.
Media-media Lebanon juga menyoroti bagian-bagian pesan yang menggambarkan partisipasi puluhan juta orang di kota-kota Iran dan Irak, terutama Tehran, Qom, Mashhad, Najaf, dan Karbala, sebagai kehadiran yang "bersejarah, mematahkan musuh, dan tak tertandingi". Kehadiran ini dianggap sebagai kelanjutan dari seruan kezaliman Imam Husain (as) dan jawaban atas seruan "Hal min nashirin yansuruni" (Adakah penolong yang akan menolongku?).
Jaringan Yaman Al-Masirah dan kantor berita resmi Saba juga memberitakan pesan ini dengan menyoroti dimensi rakyat di dalamnya.
Media-media ini menulis bahwa Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei menggambarkan partisipasi bersejarah rakyat dalam prosesi pemakaman sebagai simbol solidaritas umat Islam dan tanda kegagalan seluruh perhitungan musuh. Beliau menegaskan bahwa kehadiran ini mengungkapkan tingkat komitmen bangsa Iran dan bangsa-bangsa di kawasan terhadap cita-cita Revolusi Islam.
Media-media ini juga merujuk pada bagian-bagian pesan di mana Pemimpin Revolusi Islam menyatakan bahwa Revolusi Iran adalah kelanjutan alami dari kenabian dan gerakan Asyura, serta menggambarkan Pemimpin Syahid Revolusi sebagai sosok yang menjalani seluruh hidupnya dalam kerangka ajaran yang sama.
Jaringan Irak Al-Ahd dalam liputannya lebih fokus pada bagian mengenai tuntutan balas darah para syuhada dalam perang-perang terkini. Ia mengutip Pemimpin Revolusi Islam, "Kami akan membalas darah Imam Syahid dan semua syuhada dalam dua perang terkini dari para pembunuh kriminal."
Jaringan ini juga memuat bagian lain dari pesan yang menyatakan bahwa tuntutan balas darah adalah tuntutan bangsa, dan tuntutan ini pasti akan terwujud.
Al-Ahd juga menyoroti kalimat lain dari pesan yang menyatakan bahwa semua pelaku kejahatan ini, yang nama-nama mereka sudah jelas, suatu hari akan berharap seandainya mereka mati secara wajar di atas ranjang mereka, tetapi nasib seperti itu tidak akan menunggu mereka.
Surat kabar Irak As-Sabah, selain memuat bagian-bagian pesan, menyoroti apresiasi Pemimpin Revolusi Islam kepada puluhan juta rakyat Iran dan Irak yang hadir dalam prosesi pemakaman. Surat kabar ini menulis bahwa beliau mengapresiasi rakyat Irak atas partisipasi luas mereka dalam upacara tersebut, dan menjanjikan tuntutan balas darah bagi Pemimpin Syahid Revolusi serta para syuhada lainnya dalam perang-perang terkini.
Surat kabar Al-Quds Al-Arabi dengan judul "Mojtaba Khamenei Berkomitmen untuk Membalas Darah Ayahnya" melaporkan bahwa Pemimpin Revolusi Islam, dalam pesan pertamanya setelah berakhirnya upacara pemakaman, menyatakan tuntutan balas darah Pemimpin Syahid Revolusi sebagai tuntutan umat Islam, dan menegaskan bahwa tuntutan ini pasti akan terwujud.
Jaringan Al-Jazeera juga memuat bagian-bagian pesan sebagai berita kilat, dan mengutip Pemimpin Revolusi Islam yang menyatakan bahwa para pelaku pembunuhan Pemimpin Syahid Revolusi dan para syuhada lainnya dalam perang-perang terkini, tanpa keraguan, akan bertanggung jawab atas kejahatan mereka. Orang-orang merdeka di dunia akan segera mengambil bagian masing-masing dalam misi tuntutan balas darah para syuhada ini.
Surat kabar Lebanon Al-Akhbar dalam laporannya dengan judul "Khamenei Menegaskan Pemeliharaan Jalan Ayah dan Penuntutan Balas Darahnya" menulis bahwa Pemimpin Revolusi Islam, seraya mengapresiasi partisipasi luas rakyat Iran dan Irak, memperbaharui janjinya dengan Pemimpin Syahid Revolusi untuk melanjutkan jalannya dengan keteguhan, tidak takut pada kesulitan di jalan ini, dan mengikat hati pada janji-janji Ilahi sebagaimana beliau lakukan.
Surat kabar ini juga merujuk pada bagian-bagian pesan di mana Pemimpin Revolusi Islam menegaskan bahwa tuntutan balas darah Pemimpin Syahid Revolusi dan semua syuhada dalam dua perang terkini bukan hanya tanggung jawab pribadi beliau, tetapi merupakan misi yang akan diteruskan oleh orang-orang merdeka di dunia bahkan jika para pejabat saat ini tidak ada.
Surat kabar Asy-Syarq Al-Awsat juga menjadikan kalimat "Tuntutan balas darah ayahku adalah tuntutan bangsa dan harus terwujud" sebagai pokok utama laporannya, dan menganggap bagian pesan ini sebagai pokok yang paling menonjol.
Jaringan Qatar Al-Arabi juga dalam liputannya menekankan komitmen Pemimpin Revolusi Islam untuk menuntut balas darah PemimpinSsyahid Revolusi dan para syuhada lainnya dalam perang-perang terkini, dan menganggap hal ini sebagai bagian terpenting dari pesan.
Sementara itu, jaringan Saudi Al-Arabiya dan Al-Hadath juga memberitakan penerbitan pesan ini. Media-media ini dalam liputannya berfokus pada komitmen Pemimpin Revolusi Islam untuk menuntut balas darah Pemimpin Syahid Revolusi.
Secara keseluruhan, pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, di media-media Arab sebagian besar direfleksikan dalam tiga pokok utama: pertama, penggambaran partisipasi puluhan juta orang di Iran dan Irak sebagai peristiwa bersejarah dan mematahkan musuh; kedua, penegasan atas keberlanjutan jalan Revolusi Islam dan Front Perlawanan dengan inspirasi dari gerakan Asyura; dan ketiga, pernyataan tekad untuk menuntut balas darah Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan para syuhada lainnya dalam perang-perang terkini, serta melanjutkan jalan ini hingga terwujud sepenuhnya.(Sail)