Duka Massal yang Mengguncang Perhitungan Musuh
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i192958-duka_massal_yang_mengguncang_perhitungan_musuh
Pars Today - Para politisi dan tokoh media regional dalam wawancara dengan laman berita Ansarullah Yaman menegaskan bahwa prosesi pemakaman global jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam telah menghancurkan ilusi-ilusi rezim Zionis dan Amerika mengenai perpecahan Iran.
(last modified 2026-07-11T04:47:30+00:00 )
Jul 11, 2026 11:46 Asia/Jakarta
  • Prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi
    Prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi

Pars Today - Para politisi dan tokoh media regional dalam wawancara dengan laman berita Ansarullah Yaman menegaskan bahwa prosesi pemakaman global jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam telah menghancurkan ilusi-ilusi rezim Zionis dan Amerika mengenai perpecahan Iran.

Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, 10 Juli 2026, "Muhammad al-Farah", anggota Dewan Politik Ansharullah, menilai partisipasi massal rakyat Iran dalam pemakaman Pemimpin Revolusi Islam sebagai sebuah pesan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Ia menyebutnya sebagai penegasan atas dukungan rakyat yang mengakar terhadap Republik Islam Iran sekaligus melemahkan asumsi-asumsi yang mengira bahwa pembunuhan terhadap seorang pemimpin dapat menyebabkan keruntuhan sistem Iran atau kekosongan kekuasaan.

Al-Farah menegaskan bahwa pemakaman ini menunjukkan bahwa sistem Iran bertumpu pada institusi dan mekanisme yang mampu menjamin keberlangsungan pemerintahan dan peralihan kekuasaan yang lancar.

Al-Farah menambahkan bahwa peristiwa ini adalah pesan pencegah bagi Amerika dan rezim Zionis, karena setiap benturan di masa depan akan menghadapkan mereka dengan seluruh Republik Islam Iran, yaitu kepemimpinan, rakyat, dan masyarakatnya.

Dr. "Muntadhar al-Syar'", pakar urusan perlawanan asal Irak, juga menegaskan bahwa pemakaman jenazah pemimpin syahid Revolusi Islam melampaui sekadar upacara duka dan berubah menjadi peristiwa politik dan strategis. Ia mengatakan bahwa Iran dengan sukses mengubah momen kehilangan ini menjadi panggung yang menampilkan persatuan nasional dan kohesi kelembagaan pemerintah, serta mengirimkan pesan kepada musuh-musuhnya bahwa upaya mereka untuk melemahkan sistem dari dalam telah gagal.

"Ahmad al-Yahmadi", aktivis politik asal Oman, juga menyebut kerumunan besar yang menghadiri upacara pemakaman pemimpin syahid Revolusi Islam sebagai tanda dukungan luas rakyat terhadap pendekatan pemimpin syahid tersebut, dan mengatakan bahwa kehadiran ini mengirimkan pesan kuat kepada Amerika dan rezim Zionis.

Dr. "Ismail an-Najjar", aktivis politik asal Lebanon, menegaskan bahwa partisipasi massal rakyat Iran dalam prosesi pemakaman jenazah pemimpin syahid Revolusi Islam adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah Iran dan kawasan, yang telah menjadi pesan politik dan populer yang melampaui batas-batas Republik Islam Iran. Ia menyatakan bahwa massa yang hadir mengekspresikan kehendak rakyat yang tidak mau menerima tekanan dan dikte dari luar.

An-Najjar menambahkan bahwa pemandangan ini menantang media-media yang selama ini mempromosikan adanya perpecahan di Iran, dan menunjukkan bahwa kebijakan sanksi, pembunuhan, dan tekanan tidak mampu memaksa Iran meninggalkan pilihan-pilihan strategisnya. Ia menegaskan bahwa pemakaman jenazah pemimpin syahid Revolusi Islam menandakan dimulainya fase baru yang dampaknya akan terus membayangi perhitungan musuh-musuh maupun sekutu-sekutu.(Sail)