Pyongyang Tuding NATO Persiapkan Perang; Soroti Infrastruktur Bahan Bakar
-
Bendera Korea Utara
Pars Today - Korea Utara menuduh NATO bersiap untuk perang dengan memperluas infrastruktur pengisian bahan bakar militer di Eropa.
Sebagaimana dilaporkan IRNA mengutip Reuters, 1 Agustus 2026, Korea Utara, dalam sebuah catatan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi KCNA, mengkritik "Program Kapabilitas Rantai Pasokan Bahan Bakar NATO" yang menghubungkan sekitar 10.000 kilometer jaringan pengisian bahan bakar di Eropa Barat ke negara-negara lain di Eropa Timur dan Utara, dan mengatakan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa NATO sedang bertransformasi menjadi blok militer yang lebih agresif.
NATO mengklaim bahwa tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat pencegahan dan pertahanan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Korea Utara secara konsisten mengkritik kerja sama militer antara AS, Korea Selatan, dan negara-negara lain, termasuk anggota NATO.
Korea Utara dan Rusia telah memperdalam hubungan militer mereka sejak penandatanganan perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada Juni 2024, yang mencakup komitmen pertahanan bersama.
Korea Utara pada tahun 2024 mengerahkan sekitar 14.000 pasukan ke wilayah Kursk, Rusia, untuk membantu pasukan Rusia dalam memukul mundur serangan pasukan Ukraina di wilayah tersebut.
Vladimir Putin, Presiden Rusia, secara konsisten menyebut personel militer Korea yang terlibat dalam perang Ukraina sebagai pahlawan, dan menyatakan bahwa kerja sama militer antara kedua negara berada pada tingkat tertinggi.
Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, pada hari Sabtu lalu mengklaim bahwa 30.000 personel militer akan dikirim dari Korea Utara ke Rusia.
Ia menyatakan, "Rusia ingin menerima 30.000 tentara lagi dari Korea Utara. Sejak bulan Juni, persiapan untuk menerima mereka di wilayah Voronezh, Rusia, sedang berlangsung. Korea Utara juga sedang mempersiapkan transfer lebih banyak peluncur untuk rudal balistik ke Rusia."
Presiden Ukraina menambahkan, "Ancaman ini tidak hanya terhadap Ukraina. Rusia membantu Korea Utara belajar bagaimana berperang, meningkatkan persenjataannya, dan memperoleh pengalaman tempur nyata dalam menggunakannya. Semua ini adalah ancaman bagi semua orang di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara."(Sail)