IRGC: Selat Hormuz Ditutup!
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut
Menurut Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu dini hari mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya campur tangan Amerika Serikat. Selama periode tersebut, tidak ada kapal yang diizinkan melintas.
Dalam pernyataan itu disebutkan:
"Dalam pernyataan sebelumnya kami telah menegaskan bahwa campur tangan pihak asing dan penetapan jalur pelayaran yang tidak sah bagi kapal-kapal di Selat Hormuz akan menghadapi respons tegas dari Iran serta mengganggu kelancaran lalu lintas pelayaran di selat tersebut.
Beberapa jam lalu, peringatan tersebut diabaikan. Atas hasutan pihak asing, beberapa kapal berupaya melintas melalui jalur yang tidak disetujui serta mengabaikan peringatan dan instruksi kami untuk mengubah haluan ke jalur yang telah ditetapkan.
Karena itu, salah satu kapal yang mematikan sistem identifikasinya sehingga membahayakan keamanan pelayaran terkena tembakan peringatan dan dihentikan.
Menyusul insiden tersebut, pertama, mengingat situasi tidak aman yang timbul akibat campur tangan ilegal pihak asing, Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya campur tangan Amerika Serikat di kawasan ini. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas. Kedua, apabila musuh yang melakukan agresi menggunakan insiden yang mereka sendiri sebabkan sebagai dalih untuk melancarkan tindakan agresi baru terhadap Iran, respons yang diberikan akan jauh lebih keras dan pangkalan-pangkalan lain milik musuh di kawasan akan menjadi sasaran."
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa konsekuensi dari campur tangan tersebut menjadi tanggung jawab musuh Amerika Serikat dan Zionis beserta negara-negara yang menyediakan wilayahnya untuk menjadi lokasi pangkalan mereka.
Dalam perkembangan terkait, Korps Garda Revolusi Islam juga mengumumkan bahwa kapal kedua yang disebut melanggar aturan di Selat Hormuz telah menjadi sasaran. Selain itu, pusat perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur serta pusat komando dan kendali di sebuah pangkalan militer disebut telah dihancurkan.
Dalam pernyataan Humas Korps Garda Revolusi Islam disebutkan:
"Sebagai tanggapan atas berlanjutnya serangan tentara Amerika Serikat terhadap pangkalan-pangkalan pesisir Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, selain menyerang dan menghentikan kapal kedua yang disebut melanggar aturan di Selat Hormuz, pangkalan udara strategis Amerika Serikat di Al Udeid, Qatar, pada tahap kedua operasi balasan menjadi sasaran rudal balistik. Pusat perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur serta pusat komando pangkalan tersebut telah dihancurkan."