IRGC Hancurkan Pusat Logistik dan Fasilitas Pengisian Bahan Bakar Kapal Induk AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193020-irgc_hancurkan_pusat_logistik_dan_fasilitas_pengisian_bahan_bakar_kapal_induk_as
Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan penghancuran pusat dukungan logistik dan fasilitas pengisian bahan bakar kapal induk Amerika Serikat.
(last modified 2026-07-12T09:43:13+00:00 )
Jul 12, 2026 17:34 Asia/Jakarta
  • IRGC Hancurkan Pusat Logistik dan Fasilitas Pengisian Bahan Bakar Kapal Induk AS

Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan penghancuran pusat dukungan logistik dan fasilitas pengisian bahan bakar kapal induk Amerika Serikat.

Humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu dini hari mengumumkan tahap ketiga respons terhadap serangan militer Amerika Serikat. Dalam pernyataannya disebutkan bahwa pasukan kedirgantaraan IRGC telah melancarkan serangan besar yang diklaim menghancurkan pusat dukungan logistik kapal-kapal perang serta fasilitas pengisian bahan bakar kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman.

Korps Garda Revolusi: Pusat komando dan fasilitas perawatan pesawat tempur Amerika dihancurkan

Dalam pernyataan lain, Humas Korps Garda Revolusi menyatakan bahwa sebagai tanggapan atas berlanjutnya serangan militer Amerika Serikat terhadap pangkalan-pangkalan pesisir Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, selain menyerang dan menghentikan kapal kedua yang disebut melanggar aturan di Selat Hormuz, pangkalan udara strategis Amerika Serikat di Al Udeid, Qatar, pada tahap kedua operasi balasan menjadi sasaran rudal balistik. Pernyataan itu mengklaim bahwa pusat perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur serta pusat komando pangkalan tersebut telah dihancurkan.

Korps Garda Revolusi: Kami menghancurkan hanggar drone MQ-9 Amerika di Yordania

Dalam pernyataan lainnya, Humas Korps Garda Revolusi Islam menyebut bahwa pemerintah Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai "rezim kriminal", telah memaksakan kehendaknya kepada Pemerintah Kesultanan Oman dan pada Sabtu malam kembali berupaya menciptakan ketidakamanan di selatan Selat Hormuz dengan mendorong sejumlah kapal melintas melalui jalur yang dianggap tidak sah. Menurut pernyataan itu, upaya tersebut berhasil dihentikan oleh Angkatan Laut Iran.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan kedirgantaraan IRGC menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat. Pada tahap pertama operasi balasan, mereka diklaim menargetkan infrastruktur dan fasilitas militer penting di Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania, termasuk pusat komando dan kendali serta hanggar drone MQ-9, dengan beberapa rudal balistik. Pernyataan itu memperingatkan bahwa apabila serangan Amerika Serikat terus berlanjut, respons yang lebih keras akan diberikan.

Gelombang serangan drone Angkatan Darat Republik Islam Iran terhadap pangkalan Amerika di kawasan

Humas Angkatan Darat Republik Islam Iran juga menyatakan bahwa sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Iran selatan, pada Minggu dini hari mereka melancarkan serangan drone yang diklaim menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan lokasi radar militer Amerika Serikat di Kuwait. Dalam gelombang serangan lainnya, sistem komunikasi dan lokasi radar militer Amerika Serikat di Bahrain juga disebut menjadi sasaran.

Angkatan Darat Republik Islam Iran memperingatkan bahwa konsekuensi dari tindakan tersebut dan ketidakamanan yang ditimbulkannya di kawasan menjadi tanggung jawab musuh Amerika Serikat dan Zionis. Mereka juga menyatakan bahwa apabila serangan-serangan seperti itu terulang, Iran akan memberikan respons yang lebih keras.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui akun resminya mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika memulai gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada pekan itu pada pukul 19.15 waktu Pantai Timur Amerika Serikat, Sabtu malam.