Kendaraan Lapis Baja Rouyin Tan; Pelindung Keselamatan Prajurit Iran
Angkatan Darat sebagai tulang punggung Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dalam beberapa tahun terakhir telah memainkan peran di berbagai bidang tugas militer. Hingga saat ini, angkatan ini juga bertanggung jawab atas penjagaan dan pengamanan sebagian besar perbatasan darat Republik Islam Iran.
Menurut laporan Pars Today, Angkatan Darat Iran (NEZAJA), yang struktur utamanya terdiri atas berbagai satuan tempur, layanan tempur, dan dukungan layanan tempur, meskipun kekuatan utamanya terletak pada personel dan pasukan tempur yang terlatih, profesional, serta berdedikasi, juga merupakan angkatan yang berorientasi pada penggunaan peralatan militer.
Hal ini didukung oleh keberadaan satuan-satuan khusus seperti pasukan lapis baja, zeni (teknik militer), mekanis, penerbangan angkatan darat (Havanirooz), dan lain-lain. Oleh karena itu, dukungan terhadap pelaksanaan misi-misinya merupakan tugas yang sangat penting, sementara pemenuhan kebutuhan operasionalnya menjadi tanggung jawab bagian penelitian dan industri di lingkungan Angkatan Darat, Angkatan Bersenjata, maupun industri pertahanan.
Dalam konteks tersebut, Organisasi Penelitian dan Jihad Swasembada Angkatan Darat Republik Islam Iran telah merancang dan mengembangkan kendaraan lapis baja Rouyin Tan.
Gambaran Umum
Kendaraan lapis baja Rouyin Tan diperkenalkan pada 6 Oktober 2019 (14 Mehr 1398 kalender Iran) sebagai bagian dari penyerahan capaian terbaru Angkatan Darat Republik Islam Iran di bidang peperangan darat, dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Organisasi Penelitian dan Jihad Swasembada Angkatan Darat. Kendaraan lapis baja ini dirancang dan diproduksi dengan memanfaatkan teknologi-teknologi terkini dunia.
Brigadir Jenderal Masoud Khazaei, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Organisasi Penelitian dan Jihad Swasembada Angkatan Darat, pada Mei 2021 (Ordibehesht 1400 kalender Iran) menjelaskan mengenai kendaraan lapis baja Rouyin Tan dan proses pengembangannya:
"Proyek Rouyin Tan merupakan proyek tingkat pertama yang telah disetujui oleh Markas Besar Angkatan Bersenjata. Dalam dua tahun terakhir, proyek ini berhasil diwujudkan menjadi sebuah produk. Kami tidak memulainya secara tiba-tiba; proyek ini merupakan hasil dari pengembangan berbagai teknologi. Kendaraan ini adalah kendaraan taktis paling ringan dengan bodi komposit yang mampu menahan tembakan peluru kaliber .50 (12,7 mm) berinti baja."
Ia juga menambahkan bahwa proyek Rouyin Tan merupakan kendaraan taktis paling ringan di kawasan. Seluruh uji operasionalnya telah dilaksanakan di hadapan para evaluator dari Markas Besar Angkatan Bersenjata. Saat ini, proses industrialisasi dan alih teknologi ke industri pertahanan sedang berlangsung. Dalam satu hingga dua tahun mendatang, kendaraan dengan kelas dan spesifikasi yang sama akan mulai dioperasikan oleh berbagai unsur Angkatan Bersenjata Iran.
Salah satu keunggulan utama Rouyin Tan adalah daya gerak yang tinggi, mobilitas yang sangat baik, serta tingkat perlindungan yang tinggi bagi awak dan penumpangnya, terutama ketika menghadapi operasi-operasi antiteror di medan tempur.
Karakteristik
Rouyin Tan merupakan kendaraan taktis ringan yang memiliki tingkat ketahanan tinggi terhadap peluru berinti baja. Kendaraan ini dirancang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran serta memenuhi standar pertahanan nasional Iran. Daya mesin yang besar, mobilitas tinggi, rasio daya terhadap bobot (power-to-weight ratio) yang sangat baik, serta kemampuan melindungi awak dan penumpang dari ancaman di medan perang maupun operasi antiteror menjadi karakteristik utama kendaraan baru Angkatan Darat Iran (NEZAJA) ini.
Dalam perancangan dan pembangunannya, Rouyin Tan memanfaatkan teknologi-teknologi modern serta standar pertahanan Iran. Kendaraan lapis baja ini merupakan salah satu hasil pengembangan Organisasi Jihad Swasembada Angkatan Darat Iran, yang dibangun berdasarkan platform Toyota Land Cruiser Seri 70.
Kendaraan ini mampu melindungi awaknya dari tembakan peluru 12,7 mm berinti baja, termasuk yang ditembakkan oleh senapan mesin berat DShK (Doshka). Selain itu, kendaraan ini dipersenjatai dengan senapan mesin berat M2 Browning kaliber 12,7 mm.
Penggunaan lapisan baja komposit memberikan tingkat perlindungan tinggi tanpa mengorbankan mobilitas kendaraan. Kombinasi perlindungan dan kelincahan tersebut menjadikan Rouyin Tan sebagai salah satu kendaraan yang dinilai sesuai untuk memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Bersenjata Iran.
Rouyin Tan memiliki tenaga besar, mobilitas tinggi, serta rasio daya terhadap bobot yang sangat baik. Kendaraan ini juga dirancang untuk meningkatkan keselamatan awak dan penumpangnya ketika menghadapi berbagai ancaman di medan tempur maupun operasi pemberantasan terorisme. Menurut klaim pihak pengembang, kendaraan ini tahan terhadap tembakan senapan AK-47 (Kalashnikov), G3, peluru kaliber .50 (12,7 mm), senapan mesin berat DShK, serta tembakan meriam otomatis 23 mm.
Selain itu, kendaraan ini diklaim memiliki kemampuan untuk mengalihkan rudal antitank yang ditembakkan ke arahnya. Kemampuan tersebut dicapai melalui sistem peperangan elektronik yang mengganggu sensor penerima dan sinar laser yang telah mengunci kepala pencari (laser seeker) rudal antitank, sehingga rudal menyimpang dari sasarannya.
Rouyin Tan juga memiliki kemampuan beroperasi dan bertempur di medan yang berat dan bergelombang. Daya gerak yang tinggi, mobilitas yang baik, serta tingkat perlindungan bagi awak dan penumpang saat menghadapi operasi antiteror merupakan salah satu keunggulan utama kendaraan lapis baja ini.
Perlindungan dan Fitur Desain
Rouyin Tan menggunakan lapisan baja komposit canggih yang mampu memberikan perlindungan tinggi sekaligus memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan baja konvensional. Tingkat perlindungan kendaraan ini diklaim mampu menahan peluru berinti baja kaliber 12,7 mm.
Pada kendaraan ini, luas jendela dibuat sekecil mungkin. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak kelemahan relatif kaca antipeluru dibandingkan lapisan baja komposit pada bodi kendaraan, sehingga tingkat perlindungan keseluruhan tetap optimal.
Pintu-pintu Rouyin Tan dirancang membuka ke arah yang berlawanan (suicide door). Dengan desain ini, personel yang turun dari kendaraan melalui bagian depan maupun belakang dapat mengurangi paparan terhadap tembakan musuh dan memanfaatkan daun pintu sebagai perlindungan atau perisai.
Di bagian atap juga terdapat sebuah palka berukuran cukup besar yang memungkinkan awak mengakses posisi senjata yang dipasang di atas kendaraan.
Pada prototipe yang diperkenalkan kepada publik, kendaraan ini dipersenjatai dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm yang dipasang di atap. Namun, perlindungan bagi operator senjata tersebut belum sepenuhnya menyeluruh; pelindung hanya tersedia dari arah belakang.
Pada versi produksi massal, diperkirakan kendaraan ini akan dilengkapi dengan kubah senjata (turret) berpelindung untuk operator, atau bahkan menggunakan stasiun senjata kendali jarak jauh (Remote Weapon Station/RWS) sehingga senjata di atap dapat dioperasikan dari dalam kabin tanpa mengekspos awak.
Rouyin Tan memiliki ruang angkut di belakang kabin, yang juga digunakan untuk menyimpan dua ban cadangan.
Kompartemen mesin kendaraan juga memperoleh tingkat perlindungan yang setara dengan bodi utama. Dengan demikian, kelemahan yang umum ditemukan pada sejumlah kendaraan lapis baja—yaitu mudah dilumpuhkan melalui tembakan yang mengenai ruang mesin yang diklaim telah diatasi pada Rouyin Tan.
Diperkirakan pada versi produksi massal, kendaraan lapis baja Rouyin Tan akan memperoleh berbagai penyempurnaan tambahan, antara lain kamera pandang depan dan belakang, serta lampu LED untuk memberikan penerangan di sekitar kendaraan saat beroperasi pada malam hari atau dalam kondisi minim cahaya.