Atwan: Iran Memasuki Fase Deterensi Ofensif
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193054-atwan_iran_memasuki_fase_deterensi_ofensif
Pemimpin Redaksi Rai Al-Youm mengungkap dua perkembangan besar pasca pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan menegaskan bahwa Iran telah memasuki fase deterensi ofensif serta mengubah strateginya dari defensif menjadi ofensif.
(last modified 2026-07-13T03:46:27+00:00 )
Jul 13, 2026 10:44 Asia/Jakarta
  • Atwan: Iran Memasuki Fase Deterensi Ofensif

Pemimpin Redaksi Rai Al-Youm mengungkap dua perkembangan besar pasca pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan menegaskan bahwa Iran telah memasuki fase deterensi ofensif serta mengubah strateginya dari defensif menjadi ofensif.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Tasnim, Abdel Bari Atwan, pemimpin redaksi harian pan-Arab Rai Al-Youm dan analis politik terkemuka Palestina, dalam tajuk rencana terbarunya membahas perkembangan terkini di kawasan. Ia menulis bahwa dua perkembangan besar terjadi dalam beberapa hari terakhir segera setelah berakhirnya upacara pemakaman pemimpin syahid Revolusi Islam, yang menurutnya menunjukkan adanya perubahan strategis dalam pendekatan Iran.

Menurut Atwan, Iran pada fase setelah perpisahan dengan pemimpin syahidnya akan sangat berbeda dibandingkan Iran sebelumnya, dan akan mengambil alih inisiatif dalam dinamika serta keseimbangan kekuatan di kawasan.

Pemimpin Redaksi Rai Al-Youm menyebut perkembangan pertama dan yang paling penting adalah pernyataan bersejarah Pemimpin Revolusi, yang di dalamnya beliau bersumpah akan menuntut balas atas darah ayahnya dan seluruh para syuhada. Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa tuntutan balas ini telah menjadi tuntutan publik, serta bahwa para pembunuh dan pelaku kejahatan harus mengetahui bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

Perkembangan kedua adalah ancaman serius yang dimuat dalam laporan media Iran mengenai kemungkinan penargetan infrastruktur strategis Iran oleh Washington. Menurut Atwan, hal ini menunjukkan meningkatnya eskalasi konfrontasi dan pergeseran konflik dari ranah pelayaran di Selat Hormuz menuju serangan terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan jalur perdagangan internasional.

Atwan menyatakan bahwa respons Iran terhadap serangan Amerika Serikat dapat mencakup skenario yang lebih luas, seperti menyerang Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab dan Pelabuhan Haifa di wilayah Palestina yang diduduki Israel. Menurutnya, langkah tersebut akan memperluas perang ekonomi dari kawasan Selat Hormuz ke sektor-sektor ekonomi lain di dunia.

Ia juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai kepanikan Donald Trump, yang menurutnya tampak selama kunjungannya ke Ankara ketika ia tiga kali mengganti pesawat yang digunakannya. Atwan menilai tindakan tersebut dipicu oleh informasi intelijen yang diterima badan-badan intelijen Amerika Serikat mengenai Iran.

Sebagai penutup, Atwan menegaskan bahwa pernyataan Pemimpin Revolusi menunjukkan adanya perubahan dalam keseimbangan dan perhitungan strategis di kawasan, seraya menyatakan bahwa waktu akan membuktikan dan memperjelas semuanya.