Baghaei: Iran Membela Diri dari Agresi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193080-baghaei_iran_membela_diri_dari_agresi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Iran tidak menyerang negara mana pun dan menyatakan bahwa tidak bertanggung jawab menyalahkan Iran karena membela diri, alih-alih meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan agresi.
(last modified 2026-07-13T06:34:34+00:00 )
Jul 13, 2026 13:32 Asia/Jakarta
  • Baghaei: Iran Membela Diri dari Agresi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Iran tidak menyerang negara mana pun dan menyatakan bahwa tidak bertanggung jawab menyalahkan Iran karena membela diri, alih-alih meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang melakukan agresi.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Minggu malam, 21 Tir 1405 (12 Juli 2026), menanggapi pernyataan Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyampaikan keprihatinan atas apa yang disebut sebagai "konfrontasi militer" dan serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan serta kapal-kapal, melalui unggahan di platform X:

"Tuan Juru Bicara, situasi ini bukanlah 'konfrontasi militer', melainkan kelanjutan dari agresi militer terbuka yang dimulai sejak 28 Februari oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran."

Ia melanjutkan:

"Iran tidak menyerang negara mana pun. Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset-aset militer Amerika Serikat yang ditempatkan di pesisir selatan Teluk Persia merupakan pelaksanaan hak melekat untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional."

Baghaei juga menegaskan:

"Anda seharusnya meminta negara-negara yang menyediakan wilayah dan pangkalan mereka kepada Amerika Serikat untuk mencegah penggunaan wilayah tersebut sebagai tempat persiapan serangan terhadap Iran."

Ia kemudian menambahkan:

"Tidak bertanggung jawab jika, alih-alih meminta pertanggungjawaban para pelaku agresi atas pelanggaran berat terhadap hukum internasional, justru menyalahkan Iran karena membela dirinya sendiri."

Pada bagian akhir pernyataannya, Baghaei mengatakan:

"Selain itu, nama yang benar adalah Teluk Persia. Mohon patuhi pedoman Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan, termasuk surat edaran tanggal 18 Agustus 1994 dan 14 Mei 1999, yang mewajibkan penggunaan nama lengkap 'Teluk Persia'."