Baghaei: Diplomasi dan Pertahanan Dua Sayap; AS Perluas Perang
-
Ismail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat, dengan menyerang fasilitas dan infrastruktur sipil, sekali lagi menunjukkan logika penghancurnya.
Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip Tasnim News, 20 Juli 2026, Ismail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, hari ini Selasa (20/7) dalam konferensi pers mingguannya mengenai perang AS terhadap Iran, mengatakan, "Fasilitas dan infrastruktur sipil dan nonmiliter kami di sejumlah provinsi menjadi sasaran mereka, dan dengan demikian sekali lagi logika penghancur Amerika terlihat. Serangan terhadap infrastruktur bukan sekadar serangan terhadap beberapa titik di peta, melainkan serangan terhadap keamanan manusia dan kehidupan."
Pengkhianatan AS dalam Diplomasi dan Negosiasi
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, mengenai pengkhianatan AS dalam diplomasi dan negosiasi, mengatakan, "Memaksakan dikotomi antara negosiasi atau perang tidak bermanfaat bagi negara. Berpikir bahwa diplomasi meniadakan pertahanan, dan bahwa pertahanan tidak sejalan dengan diplomasi, adalah logika yang tidak benar. Diplomasi dan pertahanan adalah dua sayap, dan jika salah satunya tidak dapat menjalankan tugasnya, maka tugas pemerintahan kita tidak akan berjalan dengan baik. Sebagaimana kita bangga dan mendukung para pembela tanah air, kita juga harus mendukung para diplomat."
Baghaei, mengenai penghentian komitmen Iran di bawah nota kesepahaman Islamabad, mengatakan, "Mengenai nota kesepahaman, sejak awal logikanya jelas: komitmen atas komitmen. Selama pihak lain melaksanakannya, kami juga melaksanakannya. Kami bukan pelopor dalam pengingkaran janji. Ketika mereka melanggar komitmen mereka, kami juga mengumumkan bahwa kami tidak akan melaksanakannya. Sebuah kesepakatan bernilai selama para pihak berpegang padanya; jika tidak, itu hanya tulisan di atas kertas. Kami akan melanjutkan dengan cara ini."
Perluasan Perang Sepenuhnya Menjadi Tanggung Jawab AS
Mengenai kemungkinan perluasan perang di kawasan, ia mengatakan, "Perluasan perang sepenuhnya menjadi tanggung jawab AS. AS, dengan memaksakan penggunaan wilayah negara-negara kawasan dan melanggar kedaulatan negara-negara tersebut, terus melancarkan serangannya. Kami tidak memiliki permusuhan dengan negara mana pun, dan kami adalah tetangga. Kami berharap negara-negara kawasan, sesuai dengan kewajiban mereka, mencegah AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang negara Islam. Tugas kami adalah membela diri berdasarkan hak pertahanan diri yang sah, dan angkatan bersenjata kami akan merespons."
Serangan ke Dar Khovin Menunjukkan AS Bermasalah dengan Ilmu Pengetahuan dan Industri Iran
Baghaei, mengenai ketidakpedulian IAEA terhadap serangan ke Dar Khovin di Provinsi Khuzestan (barat daya Iran), mengatakan, "Tentu saja, kebungkaman dan ketidakpedulian ini tidak akan memperkuat kepercayaan kami kepada IAEA. Kedua, fakta bahwa IAEA tidak mengambil sikap tidak akan membuat perbedaan dalam pokok permasalahan. Pokok permasalahannya adalah serangan terhadap fasilitas nuklir damai sebuah negara, yang bertentangan dengan hukum internasional. Serangan ini memalukan dan menunjukkan bahwa klaim AS terhadap Iran adalah bohong. Fasilitas Dar Khovin seharusnya digunakan untuk produksi energi. Serangan ini menunjukkan bahwa AS bermasalah dengan ilmu pengetahuan dan industri Iran."(Sail)