Iran Bawa 5 Poin Strategis dalam Pertemuan Menteri Kesehatan BRICS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i193648-iran_bawa_5_poin_strategis_dalam_pertemuan_menteri_kesehatan_brics
Pars Today - Delegasi Republik Islam Iran, pada hari kedua pertemuan khusus para menteri kesehatan BRICS di Chandigarh, India, dengan partisipasi aktif dalam negosiasi draf pernyataan, menyampaikan proposal-proposal teknis dan hukum untuk memperkuat kerja sama kesehatan di antara negara-negara anggota.
(last modified 2026-07-24T05:33:32+00:00 )
Jul 24, 2026 12:27 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Menteri Kesehatan BRICS
    Pertemuan Menteri Kesehatan BRICS

Pars Today - Delegasi Republik Islam Iran, pada hari kedua pertemuan khusus para menteri kesehatan BRICS di Chandigarh, India, dengan partisipasi aktif dalam negosiasi draf pernyataan, menyampaikan proposal-proposal teknis dan hukum untuk memperkuat kerja sama kesehatan di antara negara-negara anggota.

Sebagaimana dilaporkan IRNA dari Kementerian Kesehatan, Pengobatan, dan Pendidikan Kedokteran, 23 Juli 2026, poros utama posisi Iran adalah mendukung konsensus di samping perlindungan kepentingan nasional, menjaga kewenangan otoritas regulator, pengembangan kapasitas produksi dan penelitian, akses yang adil terhadap obat-obatan, vaksin, dan teknologi kesehatan, serta pengembangan kerja sama dalam pengobatan tradisional dan kesehatan mental.

Delegasi Iran menekankan bahwa kerja sama BRICS harus melampaui tingkat deklarasi dan berubah menjadi proyek-proyek bersama yang dapat dilaksanakan dan memiliki hasil yang terukur. Mereka juga menekankan prinsip bahwa akses terhadap produk dan teknologi kesehatan tidak boleh terpengaruh oleh hambatan-hambatan yang tidak terkait yang mengganggu rantai pasok, transfer teknologi, produksi bersama, atau akses tepat waktu bagi pasien.

Dalam bagian kerja sama regulasi, Iran mendukung pertukaran informasi, pengembangan kapasitas, ketergantungan pada penilaian yang kredibel, dan pengurangan proses yang berulang. Namun, Iran menegaskan bahwa kerja sama ini tidak boleh mengarah pada pengakuan otomatis atas izin atau pelemahan kewenangan pengambilan keputusan nasional.

Delegasi Iran dalam Pertemuan Menteri Kesehatan BRICS

Dalam masalah tuberkulosis, Mohammad Mehdi Nasehi, Direktur Jenderal Asuransi Kesehatan Iran, menekankan pelaksanaan studi dan program operasional bersama, keberlanjutan layanan bagi migran dan populasi rentan, serta penguatan kerja sama lintas batas.

Usulan Mohammad Reza Shalbafan, Direktur Jenderal Kantor Kesehatan Mental, Sosial, dan Kecanduan di Kementerian Kesehatan Iran, tentang pencantuman dukungan psikososial dalam krisis, terutama untuk anak-anak dan remaja, juga diterima dengan konsensus para anggota.

Dalam masalah pengobatan tradisional, dengan penekanan Arman Zargaran, Konselor Internasional Pusat Pengobatan Tradisional dan Komplementer Iran, pentingnya historis dan budaya pengobatan tradisional untuk melindungi warisan dan identitas budaya bangsa-bangsa diakui, dan Iran mendukung pembentukan kelompok kerja para ahli pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif.

Iran juga mendukung pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Vaksin BRICS, kerja sama dalam bidang kedokteran nuklir, dan rantai pasok radiofarmaka, dengan syarat bahwa kerja sama tersebut bersifat sukarela, berdasarkan bukti ilmiah, dan sesuai dengan hukum serta prioritas nasional masing-masing negara.

Berdasarkan laporan ini, di akhir pertemuan, negosiasi teknis atas draf pernyataan disimpulkan dan teks akhir akan diserahkan untuk disetujui oleh para menteri kesehatan negara-negara anggota. Partisipasi aktif delegasi Iran merupakan manifestasi dari diplomasi kesehatan yang didasarkan pada ketelitian hukum, kerja sama praktis, dan pengawasan kepentingan nasional.

Pertemuan ke-16 para menteri kesehatan negara-negara anggota BRICS berlangsung dari hari Selasa, 21 Juli, hingga Sabtu, 25 Juli, di India.(Sail)