Antonio Guterres: Hegemoni Unilateral AS Sedang Mengalami Kemunduran
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan: Agresi militer terhadap Iran telah mengungkap keterbatasan dominasi negara-negara adidaya.
Antonio Guterres dalam wawancara dengan surat kabar Inggris Financial Times yang diterbitkan pada Selasa, bersamaan dengan semakin dekatnya akhir masa jabatan sepuluh tahunnya sebagai Sekretaris Jenderal PBB, menggambarkan dunia yang sedang berubah akibat kemunduran hegemoni sepihak Amerika Serikat dan pelajaran berat yang ditimbulkan oleh “perang-perang pilihan”; perang-perang di mana negara-negara adidaya era Perang Dingin tidak mampu meraih kemenangan yang menentukan.
Guterres menegaskan bahwa era pemaksaan hasil global oleh negara-negara adidaya dengan menggunakan kekuatan telah berakhir.
Dengan menyatakan bahwa reformasi Dewan Keamanan “tidak dapat dihindari”, ia mengatakan kepada Financial Times: “Sudah waktunya bagi negara-negara adidaya untuk memahami keterbatasan kekuatan mereka. Jika Anda melihat apa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, kemampuan negara-negara adidaya untuk memaksakan kehendak, kekuasaan, atau kekuatan mereka dalam berbagai situasi telah sangat terbatas.”
Guterres menyinggung perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan menegaskan: Lihatlah apa yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Amerika Serikat berharap Teheran akan menyerah ketika diserang pada Februari, tetapi enam bulan kemudian, Iran masih bertahan dan telah menutup Selat Hormuz, jalur air energi terpenting di dunia. Oleh karena itu, negara-negara adidaya harus memahami bahwa keadaan telah berubah dan bobot berbagai negara juga telah berubah.