Ghalibaf Sampaikan Pesan Belasungkawa atas Gugurnya Ulama Sunni Iran
Ketua Parlemen Republik Islam Iran menanggapi pembunuhan dan gugurnya Molavi Yusuf Gorgij dengan menulis: “Berita gugurnya secara tragis ulama pejuang dan revolusioner, Molavi Yusuf Gorgij, menimbulkan kesedihan dan keprihatinan yang mendalam.
Menurut Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Republik Islam Iran, pada Selasa menanggapi pembunuhan dan gugurnya Molavi Yusuf Gorgij dengan menyampaikan pesan: “Berita gugurnya secara tragis ulama pejuang dan revolusioner, Molavi Yusuf Gorgij, menimbulkan kesedihan dan keprihatinan yang mendalam. Pembunuhan pengecut terhadap seorang ulama pejuang yang menghabiskan hidupnya dalam upaya membela keamanan masyarakat, memperkuat persatuan dan solidaritas umat Islam, serta menjaga martabat dan keutuhan wilayah Iran, sekali lagi menyingkap wajah buruk para musuh persatuan dan keamanan negeri ini.
Darah suci ulama pejuang Sunni ini, sebagaimana darah syahid Molavi Mohammad Anvar Rigi yang ditumpahkan secara tidak adil beberapa waktu lalu, menjadi bukti lain bahwa menjaga Iran dan persatuan bangsa tidak mengenal batas etnis maupun mazhab.
Mereka yang mengira bahwa dengan peluru mereka dapat membungkam suara persatuan, keamanan, dan kecintaan kepada Iran harus mengetahui bahwa darah ini bukanlah akhir dari sebuah jalan, melainkan akan menjadi sumber keteguhan dan kelanjutan yang lebih kuat dari jalan tersebut.
Saya menyampaikan kecaman keras atas kejahatan teroris ini. Saya turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya ulama mulia ini kepada masyarakat Sistan dan Baluchestan yang terhormat, komunitas Sunni, seluruh rakyat Iran, khususnya keluarga terhormat almarhum yang gugur tersebut. Kepada Allah Yang Mahakuasa, saya memohon derajat yang tinggi bagi syahid tercinta tersebut serta kesabaran dan pahala bagi keluarga yang ditinggalkan.”
Molavi Yusuf Gorgij merupakan salah satu ulama Baluch dan Sunni di kota Zahedan, Iran selatan, serta imam Masjid Muhammad Rasulullah di kota tersebut. Pada Senin sore, 23 Shahrivar 1405, ia menjadi sasaran penembakan oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal di depan kediamannya dan gugur sebagai syahid.