Pezeshkian : Shahriar dan Puisi Persia, Cerminan Memori Budaya Iran yang Hidup
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197054-pezeshkian_shahriar_dan_puisi_persia_cerminan_memori_budaya_iran_yang_hidup
Presiden Iran dalam pesannya pada peringatan Hari Puisi dan Sastra Persia menyebut Shahriar, penyair Iran, sebagai salah satu tokoh paling cemerlang dalam puisi kontemporer Iran dan sebagai bagian dari memori budaya Iran yang melalui puisinya telah membangun jembatan antara bahasa, generasi, dan kenangan bersama di negeri ini.
(last modified 2026-09-19T05:25:54+00:00 )
Sep 19, 2026 12:23 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian : Shahriar dan Puisi Persia, Cerminan Memori Budaya Iran yang Hidup

Presiden Iran dalam pesannya pada peringatan Hari Puisi dan Sastra Persia menyebut Shahriar, penyair Iran, sebagai salah satu tokoh paling cemerlang dalam puisi kontemporer Iran dan sebagai bagian dari memori budaya Iran yang melalui puisinya telah membangun jembatan antara bahasa, generasi, dan kenangan bersama di negeri ini.

Menurut Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pesannya pada peringatan Hari Puisi dan Sastra Persia, dengan merujuk pada sejarah panjang puisi dan sastra Persia, menyebut Ferdowsi, Sanai, Attar, Nizami, Omar Khayyam, Rumi, Saadi, dan Hafez sebagai puncak warisan budaya tersebut. Ia menyebut Shahriar sebagai penerus tradisi panjang tersebut di era kontemporer.

Presiden Iran menggambarkan cakupan puisi Shahriar, mulai dari ghazal cinta, kebijaksanaan dan spiritualitas hingga penggambaran kehidupan masyarakat serta perkembangan sosial. Ia juga menyebut kebersamaan Shahriar dengan rakyat Iran dalam berbagai periode sejarah, termasuk Revolusi Islam dan masa Perang Pertahanan Suci, sebagai wujud keterkaitan puisi dengan nasib masyarakat.

Pezeshkian juga menekankan posisi Heydarbaba-ye Salam dan karya-karya Shahriar lainnya dalam mempererat hubungan antara bahasa, budaya, dan memori kolektif masyarakat Iran. Ia menyebut Shahriar sebagai penyair yang menghubungkan Iran dan Azerbaijan serta bahasa Persia dan Turki dalam kerangka satu identitas historis dan budaya.

Presiden Iran menyatakan bahwa keragaman bahasa dan budaya di Iran dapat menjadi salah satu sumber kekayaan budaya dan kokohnya ikatan nasional. Ia menegaskan bahwa Hari Peringatan Shahriar merupakan kesempatan untuk mengenali kembali peran puisi dan sastra dalam menjaga identitas historis dan budaya Iran serta memperkuat hubungan generasi masa kini dengan warisan spiritual negeri tersebut.