Krisis Keuangan Hantam Tentara Zionis; Militer dan Kabinet Berselisih
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i197082-krisis_keuangan_hantam_tentara_zionis_militer_dan_kabinet_berselisih
Pars Today - Sumber-sumber resmi tentara pendudukan memperingatkan tentang krisis keuangan tentara ini di tengah perang gerilya di beberapa front.
(last modified 2026-09-19T13:56:15+00:00 )
Sep 19, 2026 20:54 Asia/Jakarta
  • Israel
    Israel

Pars Today - Sumber-sumber resmi tentara pendudukan memperingatkan tentang krisis keuangan tentara ini di tengah perang gerilya di beberapa front.

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Kantor Berita Tasnim, sementara selama beberapa bulan terakhir, sumber-sumber resmi rezim Zionis berulang kali memperingatkan tentang berbagai krisis tentara rezim ini di bawah bayang-bayang keterlibatan dalam perang-perang gerilya di berbagai front, tentara rezim pendudukan dalam peringatan baru untuk tujuan ini, memberitahukan kepada lembaga politik rezim ini bahwa pengurangan anggaran militer yang terus-menerus dan tidak dialokasikannya miliaran shekel (mata uang rezim Zionis) sebagai anggaran tambahan, dapat membatasi kemampuan tentara untuk menjaga keamanan di tiga front.

 

Radio tentara rezim Zionis melaporkan: Pada saat operasi militer Israel berlanjut di beberapa front, tentara memperkirakan kesenjangan anggaran pertahanan sekitar 25 miliar shekel (sekitar 8,2 miliar dolar). Dalam konteks ini, Doron Kadosh, koresponden radio tentara rezim Zionis mengumumkan: Tentara telah memberitahukan kepada kepemimpinan politik bahwa tanpa menambahkan miliaran shekel ke anggaran, tidak akan mampu menjaga keamanan di tiga front.

 

Pada bulan Agustus lalu, Eyal Zamir, Kepala Staf Militer rezim Zionis memperingatkan bahwa tentara di samping perang di beberapa front, juga sedang berperang memperebutkan anggaran dan untuk mempertahankan kapasitas operasionalnya, menghadapi banyak tekanan dan tantangan.

 

Menurut laporan radio tentara rezim Zionis, tentara Israel mengumumkan: Penempatan di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon serta melakukan operasi berkelanjutan di front-front ini memakan biaya besar dan mempertahankan kehadiran militer di arena-arena ini memerlukan anggaran yang signifikan yang melampaui sekadar mempertahankan pasukan di medan perang.

 

Tekanan lembaga militer rezim Zionis untuk meningkatkan anggaran, telah memperburuk tekanan pada anggaran kabinet, meningkatkan utang domestik, dan menimbulkan banyak kekhawatiran di pasar tenaga kerja rezim ini.

 

Biaya perang gerilya Israel yang sangat besar dan tak berkesudahan

 

Di Jalur Gaza perang rezim Zionis melawan jalur ini berada di ambang ulang tahunnya yang ketiga dan hingga hari ini telah menghabiskan sekitar 420 miliar shekel (142 miliar dolar) dan menurut perkiraan yang dipublikasikan oleh Haaretz, diperkirakan akan segera mencapai setengah triliun shekel (169 miliar dolar).

 

Oleh karena itu, kelanjutan perang Gaza berarti kebutuhan terus-menerus akan personel, peralatan, amunisi, dan logistik, selain itu di Tepi Barat, penempatan militer yang berkelanjutan memerlukan personel, sumber daya logistik, dan keamanan untuk mempertahankan kehadiran militer di berbagai wilayah.

 

Radio tentara rezim Zionis mengutip korespondennya mengumumkan: Di Lebanon juga, penempatan pasukan membawa tantangan logistik yang unik, sementara tentara dari segi keuangan untuk musim dingin, termasuk infrastruktur yang diperlukan untuk perpindahan pasukan dan peralatan penempatan, tidak siap.

 

Tetapi selain perang gerilya di Gaza dan agresi terhadap Tepi Barat dan Lebanon, tentara Israel sejak tahun lalu telah memulai dua perang melawan Iran, dan juga serangan-serangan udara ke Yaman dan Qatar, serta serangan-serangan darat dan artileri yang hampir setiap hari di Suriah.

 

Krisis keuangan juga telah berubah menjadi perselisihan politik di antara pejabat-pejabat Zionis. Selasa minggu lalu, saluran 13 televisi rezim Zionis melaporkan bahwa tentara berselisih dengan Kementerian Keuangan atas pemotongan 15 miliar shekel (sekitar 4,92 miliar dolar) dari anggarannya dan telah menghentikan pembelian rudal-rudal pencegat untuk sistem pertahanannya.

 

Pakar Zionis tersebut melanjutkan bahwa sementara itu korban jiwa masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi tentara. Di sini kita harus merujuk pada kematian 1.138 personel militer dan cedera fisik serta psikologis 11.730 orang lainnya dan diperkirakan jumlah mereka yang mengalami kerusakan psikologis akan meningkat pada periode mendatang, tentu saja statistik ini adalah statistik yang disensor dan tidak menunjukkan seluruh kebenaran. (MF)